Min.co.id | Surabaya – Sebanyak 1.345 mahasiswa baru Telkom University Kampus Surabaya resmi memulai perjalanan akademiknya. Mereka datang dari berbagai daerah, membawa latar belakang dan harapan yang berbeda, tetapi menghadapi tantangan yang sama: bagaimana menyiapkan diri di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.
Pengukuhan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung di Aula Telkom University Surabaya, Jumat (4/9/2026), sekaligus menjadi awal rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Mahasiswa baru tersebut merupakan bagian dari 6.247 pendaftar yang tercatat hingga 3 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.345 mahasiswa diterima dan tersebar di 11 program studi.
Mereka berasal dari 34 provinsi di Indonesia serta dua negara di luar negeri. Latar belakang yang beragam itu kemudian dipertemukan dalam lingkungan akademik yang sama, dengan bidang studi mulai dari bisnis digital, teknik, informatika, hingga sains data dan sistem informasi.
Prosesi pengukuhan dilakukan Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc. dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti 625 mahasiswa dari lima program studi, yakni S1 Bisnis Digital, S1 Teknik Industri, S1 Teknik Logistik, S1 Rekayasa Perangkat Lunak, dan S1 Teknik Komputer.
Sesi kedua juga diikuti 625 mahasiswa dari enam program studi, yaitu S1 Teknik Elektro, S1 Informatika, S1 Teknologi Informasi, S1 Teknik Telekomunikasi, S1 Sains Data, dan S1 Sistem Informasi.
Di tengah prosesi yang menandai awal kehidupan kampus itu, isu kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru.
Prof. Suyanto menyampaikan bahwa Telkom University menargetkan diri menjadi National Excellence Entrepreneurial University berbasis SAFE AI pada 2028. Konsep SAFE AI yang diperkenalkan mencakup Secure/Sustainable, Accurate/Accountable, Fair/Fast, serta Explainable/Ethical Artificial Intelligence.
Dalam kerangka tersebut, mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan sebagai AI collaborator.
Pesan itu menjadi relevan bagi mahasiswa yang sebagian besar akan belajar dan bekerja dalam lingkungan yang semakin bersentuhan dengan kecerdasan buatan. Tantangannya bukan hanya memahami teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab.
Prof. Suyanto juga menitipkan tiga pesan kepada mahasiswa baru.
“Tumbuhkan empati dan profesionalisme secara maksimal, kembangkan kompetensi personal dan kolaborasi komunal, dan hasilkan karya-karya besar, hebat, dan monumental,” jelas Prof. Suyanto.
Pengukuhan kemudian ditandai dengan pengucapan Janji Mahasiswa secara bersama-sama. Janji tersebut menjadi bagian dari awal komitmen mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dengan menjunjung integritas, tanggung jawab dan semangat inovasi.
Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T. mengingatkan mahasiswa agar menjadikan nilai Harmony, Excellence, dan Integrity sebagai landasan dalam proses belajar dan berkarya.
“Dengan menjadikan Harmony, Excellence, dan Integrity dalam landasan belajar berkarya dan berprestasi. Jadilah generasi yang berjaya dan berdampak pada masa depan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya pengukuhan, 1.345 mahasiswa tersebut memasuki fase baru yang jauh berbeda dari kehidupan sekolah. Di ruang-ruang kelas, laboratorium, organisasi mahasiswa maupun berbagai aktivitas akademik, mereka akan mulai membangun kompetensi sekaligus menentukan arah perjalanan masing-masing.
Bagi Telkom University Kampus Surabaya, tahun akademik baru ini juga berlangsung ketika perkembangan AI mengubah cara orang belajar, bekerja dan menghasilkan karya. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu berjalan bersama dengan kemampuan menjaga integritas, empati dan tanggung jawab.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Jatim,Diolah Redaksi










Komentar