Jelang HUT RI, 62 Pelajar Ligung Ditempa Jadi Pengibar Merah Putih

Min.co.id | Majalengka – Seragam Paskibra mungkin hanya dikenakan untuk beberapa jam pada upacara 17 Agustus. Namun bagi 62 pelajar Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tugas mengibarkan Sang Merah Putih menjadi proses panjang yang menuntut disiplin, ketahanan fisik, dan tanggung jawab.

Persiapan mereka kini memasuki tahap intensif menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Latihan digelar dengan fokus pada baris-berbaris sekaligus pembentukan karakter para pelajar yang akan bertugas dalam upacara tingkat Kecamatan Ligung.

Saat meninjau latihan pada Senin (10/8/2026), Papap Aljun memberikan sejumlah pesan kepada para anggota Paskibra. Ia mengingatkan agar tugas sebagai pengibar bendera tidak membuat mereka mengabaikan pendidikan dan kehidupan di luar kegiatan latihan.

“Fokus belajar. Jangan berpacaran dulu dan jangan ikut-ikutan geng motor,” pesan Papap Aljun kepada para pelajar.

Menurutnya, kemampuan dalam baris-berbaris bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang anggota Paskibra. Para pelajar juga diharapkan tetap menjaga prestasi akademik dan perilaku positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesempatan menjadi anggota Paskibra dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

Lima Paskibra Terbaik Dijanjikan Reward

Selain memberikan motivasi, Papap Aljun juga menjanjikan penghargaan bagi lima anggota Paskibra terbaik Kecamatan Ligung.

Reward tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang dinilai menunjukkan kedisiplinan, semangat, dan kemampuan selama menjalani proses latihan.

Selain penghargaan, sejumlah pelajar yang berstatus yatim dan piatu juga mendapat bantuan.

Dukungan tersebut diberikan di tengah persiapan para siswa menjalankan tugas yang akan mereka emban dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Berasal dari Tiga Sekolah

Sebanyak 62 pelajar yang disiapkan menjadi Paskibra Kecamatan Ligung tahun ini terdiri atas 35 putri dan 27 putra.Mereka berasal dari tiga sekolah, yakni 46 siswa dari SMA Negeri 1 Ligung, 15 siswa dari SMK PB, dan satu siswa dari SMK BI.

Jumlah tersebut kini menjalani latihan secara intensif untuk mematangkan kesiapan sebelum menjalankan tugas pengibaran bendera pada upacara 17 Agustus mendatang.

Bagi para pelajar tersebut, tugas sebagai Paskibra bukan hanya soal ketepatan gerakan dan kekompakan barisan. Mereka juga membawa nama sekolah serta menjadi bagian dari representasi generasi muda di Kecamatan Ligung.

Latihan yang mereka jalani menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan prosesi pengibaran bendera berlangsung tertib dan khidmat.

Di luar lapangan latihan, para pelajar tetap memiliki tanggung jawab sebagai siswa. Karena itu, pesan mengenai pendidikan, kedisiplinan, dan menjauhi pergaulan yang berisiko menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan mereka.

Pada akhirnya, keberhasilan Paskibra tidak hanya diukur ketika Sang Merah Putih berhasil dikibarkan tepat waktu. Lebih dari itu, pengalaman selama menjalani latihan diharapkan dapat membentuk kebiasaan disiplin dan tanggung jawab yang tetap dibawa para pelajar setelah upacara berakhir.

Penulis: Abdullah
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Keterangan Papap Aljun dan informasi kegiatan Paskibra Kecamatan Ligung

Komentar

News Feed