Min.co.id | Sumedang – Bagi sebagian warga di kawasan Gunung Geulis, Kabupaten Sumedang, air bersih selama musim kemarau bukan lagi sekadar kebutuhan yang harus tersedia, tetapi sesuatu yang harus dibeli.
Kondisi itu terjadi setelah kemarau berlangsung sekitar lima bulan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga disebut harus mengeluarkan biaya sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 untuk setiap galon air. Dalam sehari, kebutuhan satu keluarga dapat mencapai empat hingga lima galon.
Di tengah kondisi tersebut, sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga Gunung Geulis, Jumat (4/9/2026). Bantuan disalurkan menggunakan dua truk tangki yang masing-masing membawa 5.000 liter air.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan keterbatasan air bersih menjadi salah satu dampak yang dirasakan masyarakat selama kemarau panjang.
“Sudah lima bulan musim kemarau ini memengaruhi ketersediaan air bersih. Saat ini masyarakat sangat kekurangan. Ketika ada yang memberikan bantuan, tentunya sangat disyukuri oleh warga,” ujar Hendra, Jumat (4/9/2026).
Menurut Hendra, distribusi air bersih dilakukan secara rutin setiap pekan dengan volume yang disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam beberapa penyaluran, volume air yang dikirim berkisar 5.000 hingga 15.000 liter.
“Kita sudah secara rutin setiap minggu melakukan drop air kepada masyarakat, kurang lebih 5.000 sampai 15.000 liter. Untuk hari ini yang kita berikan kurang lebih 10.000 liter atau dua tangki. Nanti akan kita rutinkan terus sampai musim kemarau ini berhenti,” katanya.
Bantuan tidak hanya berupa air. Polda Jabar juga membagikan paket sembako kepada warga yang menerima bantuan.
Hendra mengatakan sebagian penerima merupakan buruh lepas dan warga yang sudah memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut membuat persoalan air bersih turut berkaitan dengan pengeluaran rumah tangga, terutama ketika kebutuhan air harus dipenuhi dengan membeli.
“Ketika mereka kekurangan air minum, kebutuhan sembako mereka juga ikut terdampak. Dari pekerjaan mereka ada yang pensiunan dan ada juga buruh lepas. Jadi sangat bermanfaat apabila mereka mendapatkan sembako,” ungkapnya.
Bagi warga, tambahan pasokan air dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan sumber air selama kemarau. Namun, bantuan tersebut bersifat sementara karena kebutuhan air tetap berlangsung setiap hari selama musim kering belum berakhir.
Polda Jabar menyatakan distribusi air akan terus dilakukan selama kondisi kemarau masih berlangsung. Hendra juga mengajak masyarakat maupun pihak lain yang memiliki kemampuan untuk turut membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Kehadiran aparat dan pemerintah kepada warga ini betul-betul ditunggu oleh mereka. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat,” tuturnya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi










Komentar