Min.co.id | Surabaya — Persebaya Surabaya boleh merayakan tiga poin. Tetapi kemenangan 1-0 atas PSIM di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu malam (13/9/2026), belum sepenuhnya menjawab persoalan permainan Bajul Ijo.
Ketika PSIM kehilangan satu pemain karena kartu merah, Persebaya sebenarnya memiliki kesempatan untuk memperlebar keunggulan. Jumlah pemain yang lebih banyak seharusnya membuka ruang lebih luas untuk membongkar pertahanan lawan.
Yang terjadi justru tidak semudah itu. PSIM merapatkan barisan. Ruang permainan dipersempit dan para pemainnya lebih fokus menjaga pertahanan. Persebaya memang lebih banyak menguasai bola, tetapi tidak mudah mengubah dominasi tersebut menjadi peluang yang benar-benar berbahaya.
Situasi itu menjadi salah satu catatan pelatih Persebaya Bernardo Tavares setelah pertandingan. Menurut Tavares, menghadapi tim yang bermain dengan 10 pemain justru bisa menghadirkan persoalan berbeda. PSIM tidak lagi banyak mengambil risiko dan memilih berkonsentrasi menutup ruang.
“Dengan 10 pemain, mereka menutup semua ruang. Mereka membiarkan kami menguasai bola,” kata Tavares seusai pertandingan.
Persebaya tetap menciptakan sejumlah peluang. Namun serangan mereka tidak selalu mengalir dengan cepat. Dalam beberapa situasi, perpindahan bola dari satu sisi ke sisi lainnya berlangsung kurang efektif. Bola terlalu lama dikuasai sehingga pertahanan PSIM memiliki waktu untuk kembali membentuk blok pertahanan.
Tavares menilai timnya masih perlu lebih cerdas dalam mengelola penguasaan bola ketika menghadapi situasi seperti itu.
“Situasi ini menyulitkan kami. Namun kami tetap mampu menciptakan banyak peluang,” ujarnya.
Di sisi lain, PSIM menunjukkan bahwa kehilangan satu pemain tidak otomatis membuat pertandingan berakhir mudah bagi lawan. Dengan pertahanan yang lebih rapat, mereka mampu membuat Persebaya bekerja keras untuk mencari celah.
Bagi Persebaya, satu gol akhirnya sudah cukup. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir dan tiga poin menjadi milik tuan rumah.
Namun pertandingan tersebut meninggalkan satu catatan penting bagi Bajul Ijo keunggulan jumlah pemain tidak selalu membuat lawan lebih mudah ditaklukkan.
Tavares tetap mengapresiasi perjuangan pemainnya sekaligus perlawanan PSIM yang dinilainya mampu membuat Persebaya bermain dalam intensitas tinggi.
Kemenangan tersebut membawa Persebaya mengoleksi empat poin dan menempati posisi ketujuh klasemen sementara.
Setelah melewati PSIM, tantangan berikutnya sudah menunggu. Persebaya dijadwalkan menghadapi Garudayaksa pada Sabtu (19/9/2026).
Tiga poin sudah diamankan. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan dominasi permainan tidak berhenti pada penguasaan bola, tetapi berujung pada lebih banyak gol.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Jatim,Diolah Redaksi










Komentar