Min.co.id | Surabaya – Sebanyak 450 pemuda dari berbagai daerah di Jawa Timur akan dikumpulkan dalam satu agenda kaderisasi.
Bukan sekadar pelatihan organisasi, mereka akan mendapat pembekalan mengenai kehidupan bermasyarakat, wawasan kebangsaan hingga tantangan yang muncul dari penyalahgunaan media sosial dan narkotika.
Rencana tersebut disampaikan pengurus DPW LDII Jawa Timur saat bertemu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur Eddy Supriyanto di Kantor Bakesbangpol Jatim, Selasa (29/9/2026).
Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur Akhmad Malik Afandi mengatakan, Diklat Kader akan diikuti 450 pemuda yang merupakan perwakilan LDII dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada 20–22 November 2026 di Kampung Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam.
“Dalam waktu dekat LDII akan menggelar Diklat Kader. Rencananya akan dilaksanakan 20–22 November di Kampung Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam,” ujar Malik.
Menurut Malik, pembekalan tersebut merupakan bagian dari proses kaderisasi generasi muda LDII. Karena itu, pihaknya mengundang Kepala Bakesbangpol Jawa Timur untuk hadir sekaligus memberikan materi yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan.
Malik menjelaskan, keterlibatan Bakesbangpol diharapkan dapat memperkaya pembekalan peserta, terutama dalam memahami kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Kami mengundang Kepala Bakesbangpol untuk menghadiri sekaligus menjadi salah satu narasumber wawasan kebangsaan untuk generasi muda,” katanya.
Rencana kaderisasi itu mendapat perhatian dari Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto. Eddy berharap pembinaan generasi muda tersebut dipersiapkan secara matang, sehingga peserta tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki bekal untuk berkontribusi di lingkungan masyarakat.
Eddy juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak muda di ruang digital. Menurut dia, peserta perlu dibekali kemampuan untuk menyikapi konten negatif di media sosial dan menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, Eddy menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak terafiliasi dengan kelompok radikal. Ia berharap generasi muda dapat berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
“Harapan kami, LDII menjadi salah satu lembaga masyarakat yang ikut bersama-sama dengan pemerintah menjaga kerukunan dan ikut serta dalam proses pembangunan yang ada di provinsi dan nasional,” kata Eddy.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi DPW LDII Jawa Timur menyampaikan capaian program organisasi selama periode 2025–2026. Pengurus menyerahkan buku laporan kontribusi organisasi kepada Bakesbangpol Jawa Timur yang memuat berbagai kegiatan dan kontribusi LDII selama satu tahun terakhir.
Bagi 450 pemuda yang akan mengikuti diklat, agenda tersebut nantinya bukan hanya tentang berkumpulnya perwakilan dari berbagai daerah. Materi yang dibawa juga menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka, mulai dari cara menghadapi arus informasi di media sosial hingga memahami peran sebagai bagian dari masyarakat.
Diklat Kader dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 20–22 November 2026 di Wonosalam. Melalui kegiatan tersebut, LDII Jawa Timur menyiapkan proses kaderisasi yang diharapkan dapat membekali generasi mudanya untuk beraktivitas di tengah masyarakat dengan wawasan kebangsaan dan tanggung jawab sosial. (Chandra)










Komentar