Min.co.id | Kediri – Sejak 2020, Imam Bashori mengandalkan kendaraan pribadinya untuk mengantar pasien mustahik menuju rumah sakit dan tempat terapi tanpa memungut biaya. Kini, perjuangan relawan asal Kediri yang dikenal sebagai Cak BAZ itu mendapat dukungan satu unit ambulans gratis dari BAZNAS Jawa Timur untuk memperluas layanan kemanusiaannya.
Ambulans tersebut diserahkan BAZNAS Jawa Timur kepada Imam Bashori di Surabaya, Selasa (25/8/2026). Kendaraan itu selanjutnya akan digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi menuju rumah sakit, rumah terapi, maupun fasilitas kesehatan lainnya, khususnya di Kediri dan sekitarnya.
Bagi keluarga pasien, persoalan transportasi terkadang menjadi beban tersendiri. Ketika kondisi ekonomi terbatas dan pasien harus menjalani pengobatan atau terapi secara berkala, biaya perjalanan dapat menjadi persoalan yang tidak mudah diatasi.
Situasi seperti itulah yang selama ini coba dijawab Imam Bashori melalui kegiatan kemanusiaannya.
Imam Bashori mulai membantu mengantar pasien sejak 2020. Dengan kendaraan pribadi, ia mendatangi warga yang membutuhkan bantuan transportasi untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Layanan tersebut diberikan secara gratis kepada pasien mustahik. Aktivitas itu dijalankan secara mandiri dengan dukungan jejaring relawan yang dibangunnya dari waktu ke waktu.
Keterbatasan fasilitas tidak menghentikan kegiatan tersebut. Namun, kebutuhan masyarakat yang terus ada membuat dukungan sarana menjadi penting agar layanan dapat menjangkau lebih banyak pasien.
Kini, kendaraan pribadi yang selama ini menjadi sarana utama berganti dengan ambulans yang disiapkan untuk mendukung pelayanan kemanusiaan.
Imam Bashori kemudian diperkenalkan sebagai Cak BAZ, relawan kemanusiaan yang menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jawa Timur mendekatkan layanan kepada masyarakat di Kediri dan wilayah sekitarnya.
Ketua BAZNAS Jawa Timur HM Ghofirin mengatakan pengalaman Imam Bashori dalam kegiatan kemanusiaan menjadi salah satu modal penting untuk mendekatkan layanan BAZNAS kepada masyarakat.
Menurutnya, ambulans tersebut bukan sekadar kendaraan, tetapi sarana untuk membuka akses transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika harus mendapatkan layanan kesehatan.
“Dengan adanya layanan ini, BAZNAS Jatim tidak hanya menyediakan sarana transportasi pasien, tetapi juga membuka akses layanan yang lebih dekat bagi masyarakat,” kata Ghofirin.
Ia berharap keberadaan ambulans dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan transportasi untuk berobat maupun menjalani terapi.
Bagi Cak BAZ, dukungan tersebut menjadi babak baru dalam aktivitas kemanusiaan yang selama ini dilakukannya dengan fasilitas terbatas.
Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur karena telah memberikan kepercayaan sekaligus sarana yang lebih memadai untuk membantu pasien.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Timur. Selama ini kami berusaha membantu masyarakat dengan kendaraan seadanya. Dengan mobil ini, insyaallah semakin banyak warga yang membutuhkan bisa kami bantu,” ujar Cak BAZ.
Ia menyatakan siap melayani masyarakat mustahik yang membutuhkan bantuan transportasi pasien dengan memperhatikan ketentuan serta ketersediaan ambulans.
Untuk mustahik warga Kediri dan sekitarnya yang membutuhkan layanan ambulans gratis tersebut, dapat menghubungi 0852-3143-4443.
Layanan ambulans BAZNAS Jawa Timur saat ini juga tersedia di Surabaya.
Di kota tersebut, BAZNAS Jatim menyediakan dua unit ambulans di RSUD Dr. Soetomo, salah satu rumah sakit rujukan yang melayani pasien dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Layanan ambulans tersebut merupakan bagian dari program BAZNAS Jatim Sehat, yang menjadi salah satu program prioritas dalam konsep Nawa Pradana.
Melalui program tersebut, BAZNAS Jatim berupaya menyalurkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam bentuk layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.
Selain memperluas layanan ambulans, BAZNAS Jawa Timur juga berencana mengembangkan program Lapor BAZ.
Ghofirin mengatakan program tersebut disiapkan sebagai sarana untuk mendekatkan BAZNAS Jatim dengan mustahik dan masyarakat dhuafa di berbagai wilayah Jawa Timur.
Melalui Lapor BAZ, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menyampaikan kebutuhan maupun memperoleh informasi mengenai layanan yang tersedia.
Cak BAZ nantinya menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut di lapangan. Perannya diarahkan sebagai relawan yang membantu mendekatkan masyarakat dengan layanan BAZNAS Jatim, khususnya dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan di Kediri dan sekitarnya.
Perjalanan Imam Bashori memperlihatkan bagaimana sebuah aksi sederhana dapat berkembang ketika mendapat dukungan yang lebih luas.
Selama bertahun-tahun, kendaraan pribadi menjadi alatnya untuk membantu pasien yang membutuhkan. Kini, sebuah ambulans memberikan ruang yang lebih besar untuk melanjutkan kegiatan tersebut.
Namun, keberadaan ambulans bukan akhir dari persoalan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kendaraan tersebut benar-benar dapat digunakan secara tepat sasaran, tersedia ketika dibutuhkan, serta menjangkau masyarakat yang memang mengalami kesulitan transportasi kesehatan.
Bagi pasien dan keluarganya, bantuan itu mungkin terlihat sederhana: sebuah kendaraan yang membawa mereka menuju rumah sakit.
Tetapi dalam situasi ketika biaya transportasi menjadi penghalang untuk mendapatkan pengobatan, perjalanan tersebut bisa memiliki arti jauh lebih besar.
Dari mobil pribadi hingga ambulans gratis, langkah Cak BAZ kini memasuki babak baru. Bukan sekadar tentang kendaraan yang lebih besar, tetapi tentang harapan agar lebih banyak pasien yang membutuhkan tidak harus menunda perjalanan menuju layanan kesehatan karena persoalan transportasi.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Jatim,Diolah Redaksi










Komentar