90 Menit Boleh Panas, Jangan Bawa Rivalitas Sampai Pulang

Min.co.id | Bandung — Selama 90 menit, suporter boleh berteriak sekeras mungkin untuk tim kebanggaan. Gol dirayakan, peluang yang gagal disesalkan, dan tensi pertandingan ikut naik turun bersama jalannya laga. Tetapi ketika pertandingan selesai, rivalitas seharusnya ikut berakhir di stadion.

Pesan itu menjadi perhatian Polda Jawa Barat menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Para pencinta sepak bola diingatkan agar semangat mendukung tim tidak berubah menjadi keributan yang justru merugikan penonton lain.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. mengajak suporter tetap memberikan dukungan secara maksimal, tetapi dengan cara yang tertib dan sportif, baik ketika berada di dalam maupun di luar stadion.

Menurutnya, pertandingan sepak bola semestinya menjadi hiburan yang meninggalkan kenangan positif. Perbedaan pilihan tim tidak seharusnya membuat hubungan antarsuporter berubah menjadi permusuhan.

Di tengah atmosfer pertandingan yang penuh emosi, suporter juga diminta tidak mudah terpancing oleh isu maupun tindakan yang berpotensi memicu gesekan.

Sebab, satu provokasi kecil di tengah kerumunan dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Bukan hanya suporter yang terlibat yang dirugikan, tetapi juga penonton lain, pedagang, pengguna jalan hingga masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.

“90 menit untuk berjuang, selamanya untuk bersaudara,” menjadi pesan yang digaungkan Polda Jabar kepada para pendukung.

Kepolisian juga mendorong suporter menunjukkan bahwa kecintaan terhadap sepak bola dapat berjalan beriringan dengan kedewasaan. Memberikan dukungan penuh bukan berarti harus merendahkan lawan atau memusuhi pendukung tim lain.

Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam ajakan agar suporter menjadi “Supporter yang Membanggakan, Bukan Meresahkan.”

Bagi penonton, pertandingan tentu ingin dinikmati sejak sebelum peluit awal hingga laga berakhir. Mereka ingin pulang membawa cerita tentang gol, permainan pemain favorit atau atmosfer stadion—bukan membawa persoalan akibat keributan.

Polda Jabar menyatakan siap melakukan pengamanan selama rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung. Namun, keamanan pertandingan tidak hanya bergantung pada petugas yang berada di lapangan.

Sikap penonton juga ikut menentukan.

Ketika suporter mampu menahan diri, menghormati lawan dan tidak mudah tersulut provokasi, pertandingan dapat benar-benar menjadi pesta olahraga yang dinikmati bersama.

Pada akhirnya, kemenangan memang hanya berlangsung dalam sebuah pertandingan. Tetapi cara suporter menjaga persaudaraan dapat meninggalkan kesan jauh lebih lama.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed