Min.co.id | Bandung — Sorak-sorai, nyanyian dan atribut klub menjadi bagian tak terpisahkan dari pertandingan sepak bola. Namun, ketika emosi ikut terbawa suasana, dukungan kepada tim kesayangan bisa berubah menjadi persoalan jika rivalitas tidak lagi mengenal batas.
Menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Jawa Barat mengingatkan para suporter agar tetap menikmati pertandingan dengan cara yang sportif dan menghormati penonton lain.
Pesan itu disampaikan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, suporter tetap bebas memberikan dukungan penuh kepada tim yang dibela. Bersorak, menyanyikan lagu dukungan hingga merayakan gol merupakan bagian dari atmosfer pertandingan.
Namun, emosi perlu tetap dikendalikan.
Suporter diminta tidak mudah terpancing oleh provokasi, baik yang muncul di tribun maupun situasi yang terjadi selama pertandingan. Perbedaan dukungan terhadap sebuah tim juga diharapkan tidak menjadi alasan untuk saling menyerang atau menimbulkan perselisihan.
“Dukung tim kebanggaan dengan penuh semangat, tetapi tetap junjung tinggi sportivitas. Jangan mudah terprovokasi oleh situasi di lapangan maupun tindakan pihak lain,” ujar Hendra.
Pesan tersebut menjadi penting karena pertandingan sepak bola bukan hanya menghadirkan pemain di lapangan. Ribuan orang bisa berkumpul dalam satu tempat dengan latar belakang dan pilihan tim yang berbeda.
Di situlah kedewasaan suporter diuji.
Kemenangan tentu menjadi sesuatu yang ingin dirayakan. Kekalahan juga tidak selalu mudah diterima. Tetapi hasil pertandingan semestinya tidak dibawa menjadi persoalan di luar lapangan.
Polda Jabar mengajak masyarakat menjadikan gelaran sepak bola sebagai ruang untuk mempererat kebersamaan dan persaudaraan.
“Mari tunjukkan bahwa suporter Indonesia adalah suporter yang santun, dewasa, dan mampu menjaga persaudaraan,” katanya.
Suporter juga diingatkan untuk tetap memperhatikan sikap selama berada di lokasi pertandingan, menghormati sesama penonton serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.
Sebab, atmosfer pertandingan yang meriah justru akan terasa lebih menyenangkan ketika semua orang dapat pulang dengan selamat setelah peluit panjang berbunyi.
“Nikmati pertandingannya, jaga persaudaraannya.”
Bagi Polda Jabar, suporter yang hebat bukan sekadar yang paling keras menyuarakan dukungan. Ukuran lainnya adalah kemampuan menjaga emosi, menghormati lawan dan tetap sportif ketika pertandingan tidak berakhir seperti yang diharapkan.
Dengan cara itu, sepak bola tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa perbedaan pilihan tidak harus berujung pada permusuhan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi










Komentar