Min.co.id | Bandung — Bagi penonton, pertandingan sepak bola bukan hanya soal siapa yang mencetak gol dan siapa yang harus pulang dengan kecewa. Ada pengalaman lain yang tak kalah penting: bisa masuk stadion dengan tertib, menikmati pertandingan dari tribun, lalu pulang tanpa rasa khawatir.
Suasana itulah yang terasa dalam pertandingan Pakistan melawan Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Di tengah sorak penonton dan jalannya pertandingan, aparat kepolisian berjaga di sejumlah titik. Mulai dari akses masuk stadion, kawasan sekitar stadion, hingga jalur pergerakan penonton menjadi bagian dari pengamanan.
Bagi sebagian penonton, keberadaan polisi mungkin hanya terlihat sekilas. Namun, justru kehadiran yang tidak mengganggu jalannya pertandingan menjadi salah satu tanda bahwa pengamanan berjalan tanpa mengambil alih suasana sepak bola.
Seorang penonton yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa nyaman selama berada di stadion.
“Terima kasih kepada Polda Jawa Barat yang sudah mengamankan pertandingan ini dengan baik. Kami merasa aman dan nyaman selama berada di stadion,” ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan Ari Wibowo. Menurut dia, kehadiran personel kepolisian membantu menjaga suasana pertandingan tetap tertib hingga laga berakhir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota kepolisian yang sudah menjaga keamanan. Ini bentuk nyata Polda Jabar dalam Jaga dan Rawat Jawa Barat,” ungkap Ari.
Keamanan yang Tak Mengganggu Keseruan Pertandingan
Dalam sebuah pertandingan dengan banyak penonton, tantangannya bukan hanya menjaga stadion tetap aman. Arus orang yang datang dan pulang, akses masuk, kepadatan di sekitar stadion hingga situasi setelah pertandingan juga membutuhkan perhatian.
Karena itu, pengamanan dilakukan di sejumlah titik untuk memastikan pergerakan penonton tetap terkendali.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan pertandingan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
“Pengamanan pertandingan ini kami laksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif. Kami juga mengapresiasi masyarakat dan para penonton yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap aman,” ujar Hendra.
Menurutnya, keamanan pertandingan tidak bisa dibebankan hanya kepada polisi. Panitia, pengelola stadion dan penonton memiliki peran yang sama dalam menjaga suasana tetap tertib.
“Kami hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Semangat Jaga dan Rawat Jawa Barat harus dilakukan bersama, sehingga setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Penonton Bisa Fokus Menonton
Bagi penonton, keberhasilan pengamanan justru terasa ketika mereka dapat fokus pada pertandingan tanpa harus terus memikirkan persoalan keamanan.
Mereka datang untuk menyaksikan sepak bola. Polisi datang untuk memastikan ruang itu tetap aman.
Dua kepentingan tersebut bertemu di stadion: penonton menikmati pertandingan, sementara aparat menjaga agar keramaian tidak berubah menjadi gangguan.
Pertandingan Pakistan kontra Thailand di Stadion Si Jalak Harupat pun berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.
Pada akhirnya, ukuran pengamanan bukan semata-mata seberapa banyak personel terlihat di sekitar stadion. Yang lebih dirasakan penonton adalah apakah mereka bisa datang, duduk di tribun, menikmati pertandingan, dan pulang dengan nyaman.
Di Jalak Harupat malam itu, rasa aman menjadi bagian dari pertandingan yang mungkin tidak tercatat di papan skor, tetapi dirasakan oleh mereka yang hadir.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi










Komentar