Min.co.id | Majalengka – Sebanyak 650 Pramuka Penegak di Kabupaten Majalengka mulai mematangkan persiapan sebelum turun dalam arena Giat Prestasi VII dan Artha Sawala 2026. Persiapan itu diawali melalui technical meeting yang digelar Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka di Aula Kecamatan Majalengka, Minggu (23/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi panitia, pembina, dan peserta untuk menyamakan pemahaman mengenai teknis perlombaan. Namun, di balik pembahasan aturan dan mekanisme lomba, kegiatan ini juga membawa misi pembinaan generasi muda melalui keterampilan, budaya dan kebersamaan.
Ketua DKC Majalengka, Kak Zaki Azhar Zaidan, menyebut Giat Prestasi VII dan Artha Sawala tahun ini diikuti 50 Umpi. Setiap Umpi terdiri dari 13 anggota, sehingga jumlah peserta yang dipersiapkan mencapai 650 orang.
Menurut Zaki, jumlah peserta tersebut menunjukkan antusiasme Pramuka Penegak terhadap kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
“Selain berkompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan potensi, serta mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka,” ujar Zaki.
Technical meeting menjadi penting karena peserta akan berhadapan dengan sejumlah cabang perlombaan yang memiliki karakter berbeda. Penjelasan mengenai aturan dan teknis pertandingan diberikan agar peserta maupun pembina memiliki pemahaman yang sama sebelum kompetisi dimulai.
Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Adam Suhara, SM., yang membuka kegiatan tersebut, melihat Giat Prestasi VII dan Artha Sawala sebagai salah satu ruang untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Salah satu unsur yang menarik adalah masuknya materi budaya Sunda dalam rangkaian kegiatan. Peserta akan bersentuhan dengan materi Pupuh dan Wangsit Siliwangi, sehingga kegiatan kepramukaan tidak hanya menguji keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk mengenal warisan budaya daerah.
“Melalui berbagai materi dan perlombaan yang disiapkan, peserta tidak hanya dituntut memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga mampu mengenal nilai-nilai budaya dan sejarah daerah,” kata Adam.
Sejumlah perlombaan yang disiapkan meliputi Lomba Pembawa Acara, Pengucap UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Dasa Darma/Pancasila, Scouting Skill, serta Semaphore Dance.
Ragam perlombaan tersebut membuat peserta tidak hanya dituntut menguasai keterampilan kepramukaan. Kemampuan berbicara, pemahaman kebangsaan, ketangkasan, kreativitas hingga kekompakan juga menjadi bagian dari tantangan.
Bagi penyelenggara, kompetisi bukan tujuan akhir. Setiap perlombaan diharapkan menjadi pengalaman yang dapat membentuk Pramuka Penegak agar lebih percaya diri, bertanggung jawab, kreatif dan mampu bekerja dalam tim.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang ditanamkan melalui Tri Satya dan Dasa Darma. Persaingan tetap diperlukan untuk mengukur kemampuan, tetapi sportivitas dan persaudaraan menjadi bagian yang tidak boleh ditinggalkan.
Dengan 50 Umpi dan 650 peserta yang bersiap, Giat Prestasi VII dan Artha Sawala 2026 akan menjadi salah satu ruang pertemuan besar bagi Pramuka Penegak di Majalengka. Bukan hanya untuk menentukan siapa yang terbaik, tetapi juga untuk mempertemukan keterampilan kepramukaan dengan kecintaan terhadap budaya daerah.
Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Peliputan dan bahan informasi DKC Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka








Komentar