Min.co.id | Ciamis — Lapangan Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Ciamis, Selasa (6/10/2026) sore, mulai dipenuhi peserta didik yang datang membawa perlengkapan Pramuka. Bagi mereka, kegiatan kali ini bukan sekadar mengikuti upacara pembukaan, tetapi menjadi awal dari rangkaian tantangan yang akan menguji kedisiplinan, kemandirian dan kemampuan bekerja dalam kelompok.
Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Panawangan Tahun 2026 resmi dibuka sekitar pukul 16.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk belajar menghadapi situasi di luar rutinitas sekolah.
Di tengah barisan peserta, pembina dan panitia, Kapolsek Panawangan AKP Hendra Widiyanto turut hadir bersama sejumlah unsur pemerintahan dan lembaga terkait.
Kehadiran kepolisian bukan untuk mengambil alih kegiatan, melainkan memastikan rangkaian acara dapat berlangsung tertib sehingga peserta bisa mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Belajar Tidak Selalu di Dalam Kelas
Lomba tingkat dalam Gerakan Pramuka memiliki pengalaman yang berbeda bagi peserta didik. Mereka tidak hanya dituntut mengikuti aturan, tetapi juga belajar mengambil keputusan, bekerja sama dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya.
Nilai seperti itu sering kali baru terasa ketika peserta berada langsung di lapangan.
Karena itu, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu ruang pendidikan nonformal yang mempertemukan anak-anak dengan situasi yang membutuhkan kedisiplinan dan kemandirian.
Upacara pembukaan dipimpin oleh Mabiran Gerakan Pramuka Kecamatan Panawangan, Kusdinar, S.IP. Hadir pula Kwarcab Kabupaten Ciamis Candra Utama, Danramil 1309 Panawangan Kapten Arh Anthonius Wenas, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Panawangan, Kepala KUA, Kepala UPTD Puskesmas, para Ketua Mabigus se-Kwaran Panawangan serta Kepala Desa Kertajaya.
Bagi para peserta, kehadiran banyak unsur tersebut mungkin hanya menjadi bagian dari suasana pembukaan. Namun setelah upacara selesai, tantangan sebenarnya justru dimulai dari kegiatan yang mereka ikuti.
Polisi Berada di Sekitar Kegiatan
Kapolsek Panawangan AKP Hendra Widiyanto mengatakan pihaknya mendukung kegiatan kepramukaan yang melibatkan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama.
“Kegiatan seperti ini merupakan aktivitas positif bagi para peserta didik untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab dan kerja sama. Kami juga mengimbau seluruh peserta dan panitia untuk bersama-sama menjaga ketertiban agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Hendra.
Pesan tersebut juga menyentuh hal sederhana yang sering terlupakan dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang: ketertiban bukan hanya tanggung jawab panitia atau petugas.
Peserta pun memiliki peran dengan mengikuti aturan dan menjaga lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Ada Orang Tua yang Menunggu Hasil
Bagi peserta, lomba mungkin menjadi ajang menunjukkan kemampuan. Tetapi bagi orang tua dan pembina, kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan melihat sejauh mana anak-anak mampu mengurus dirinya sendiri ketika berada di luar lingkungan sekolah.
Mereka belajar datang tepat waktu, mengikuti instruksi, menjaga perlengkapan dan bekerja bersama teman satu regu.
Hal-hal sederhana tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter.
Di sisi lain, kepolisian tetap melakukan komunikasi dengan panitia serta unsur terkait untuk mengantisipasi persoalan yang mungkin muncul selama kegiatan.
Kegiatan yang melibatkan peserta didik dalam jumlah banyak memang membutuhkan perhatian terhadap ketertiban dan keamanan, terutama di sekitar lokasi acara.
Yang Dicari Bukan Hanya Juara
Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Panawangan akhirnya dimulai bukan hanya dengan target memperoleh kemenangan.
Ada pengalaman yang lebih panjang yang dibawa peserta dari lapangan: belajar disiplin, berani tampil, menghargai aturan dan memahami bahwa pekerjaan kelompok tidak bisa diselesaikan sendirian.
Bagi mereka, siapa yang menjadi juara mungkin baru diketahui setelah seluruh rangkaian lomba selesai.
Namun nilai yang diperoleh dari proses selama mengikuti kegiatan bisa jauh lebih lama bertahan.
Dari Lapangan Desa Kertajaya, kegiatan Pramuka kembali mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Kadang, ia tumbuh dari barisan, perkemahan, perlombaan dan keberanian anak-anak menghadapi tantangan bersama teman-temannya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar