Min.co.id | Surabaya — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota besar, ratusan warga dari berbagai latar belakang berkumpul di Vihara Buddhayana Dharmawira Centre (BDC) Surabaya, Minggu (14/6/2026). Mereka datang bukan untuk sebuah perayaan atau hiburan, melainkan membawa satu tujuan mulia: menyumbangkan setetes darah demi menyelamatkan nyawa sesama.
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar di Vihara BDC mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Hingga pukul 10.00 WIB, jumlah pendaftar telah menembus lebih dari 400 orang, melampaui target panitia yang sebelumnya menyiapkan 300 kantong darah. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Kegiatan kemanusiaan ini terselenggara atas kolaborasi PMI Jawa Timur, PMI Kota Surabaya, Fokuswanda Jawa Timur, para relawan, dan Vihara BDC sebagai tuan rumah. Momentum Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap 14 Juni menjadi pengingat penting bahwa ketersediaan darah yang aman dan cukup hanya dapat terwujud melalui partisipasi sukarela masyarakat.
Wakil Ketua sekaligus Ketua Panitia Hari Donor Darah Sedunia di BDC, Hudy Suharto, mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah telah menjadi bagian dari tradisi kemanusiaan yang konsisten dijalankan Vihara BDC selama hampir 18 tahun.
“Selama hampir 18 tahun BDC selalu mengadakan kegiatan donor darah rutin bersama Fokuswanda Jawa Timur dan PMI Surabaya. Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk nyata kepedulian kepada sesama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).
Menurut Hudy, semangat tersebut berawal dari inspirasi yang ditanamkan oleh tokoh kemanusiaan Herman Anggrek sekitar dua dekade lalu. Kala itu, ia menyampaikan bahwa donor darah bukan hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga membawa manfaat kesehatan bagi pendonornya serta menjadi wujud kasih sayang antarmanusia.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya, dr. Martono, memberikan apresiasi atas konsistensi Vihara BDC yang selama ini menjadi salah satu mitra penting dalam mendukung ketersediaan stok darah di Surabaya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BDC yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam penyelenggaraan kegiatan donor darah. Dukungan seperti ini sangat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Darah PMI Jawa Timur, dr. Betty Agustina, menjelaskan bahwa seluruh darah yang berhasil dikumpulkan akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Surabaya dan sekitarnya. Namun, apabila diperlukan, distribusi juga dapat dilakukan ke daerah lain yang mengalami kekurangan stok darah.
“Kami akan memprioritaskan kebutuhan rumah sakit di Surabaya, tetapi tidak menutup kemungkinan darah juga akan disalurkan ke luar daerah jika ada kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Di balik kegiatan tersebut, tersimpan makna historis yang mendalam. Ketua Fokuswanda Jawa Timur sekaligus Anggota Dewan Kehormatan PMI Jawa Timur, Herman Anggrek, menjelaskan bahwa Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap 14 Juni untuk mengenang jasa Karl Landsteiner, ilmuwan asal Austria yang menemukan sistem golongan darah A, B, O dan lahir pada 14 Juni 1868.
Menurutnya, penetapan peringatan ini oleh World Health Organization (WHO), World Health Assembly, dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) menjadi pengingat pentingnya donor darah sukarela yang aman dan berkelanjutan demi menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjang di bidang kemanusiaan, Fokuswanda Jawa Timur bersama UDD PMI Kota Surabaya juga menyerahkan penghargaan kepada Vihara Buddhayana Dharmawira Centre. Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas konsistensi BDC dalam menyelenggarakan aksi donor darah rutin selama hampir dua dekade.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Vihara BDC menjadi cermin bahwa nilai-nilai kemanusiaan mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Di balik setiap kantong darah yang terkumpul, tersimpan harapan baru bagi pasien yang tengah berjuang mempertahankan hidup, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan sederhana dapat menghadirkan arti yang begitu besar bagi sesama.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Jatim – Diolah Redaksi










Komentar