JAKARTA | Di tengah suasana Ramadhan yang identik dengan persiapan mudik dan kebersamaan keluarga, Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta justru menghadapi tantangan besar: menurunnya jumlah pendonor darah saat kebutuhan medis tetap tinggi setiap hari.
Untuk menjaga stok darah tetap aman menjelang Lebaran 2026, PMI DKI Jakarta menghadirkan langkah kreatif sekaligus humanis dengan memberikan paket sembako kepada masyarakat yang mendonorkan darahnya.
Program stimulus ini berlaku pada periode rawan, yakni H-5 hingga H+5 Lebaran, saat sebagian besar warga meninggalkan Jakarta sehingga aktivitas donor darah mengalami penurunan signifikan.
Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani, mengatakan bahwa kebutuhan darah di ibu kota tidak mengenal musim libur. Rumah sakit tetap membutuhkan pasokan darah sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong setiap hari untuk pasien darurat maupun perawatan rutin.
“Ramadhan selalu menjadi periode menantang karena jumlah pendonor berkurang, sementara kebutuhan darah tetap tinggi,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Melalui pemberian goodie bag berisi sembako, PMI berharap masyarakat semakin terdorong untuk tetap berbagi di bulan penuh berkah. Bagi PMI, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan aksi kemanusiaan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa dalam waktu singkat.
Tak hanya mengandalkan stimulus, PMI juga memperluas kegiatan donor darah di lima wilayah Jakarta sepanjang Ramadhan. Strategi ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan darah tetap stabil sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan medis selama musim mudik dan libur Lebaran.
PMI menilai partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan menjaga stok darah nasional. Setetes darah yang disumbangkan hari ini, diyakini bisa menjadi harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan esok hari.
Sumber: Tbnews Polri Editor: Redaksi










Komentar