Min.co.id | Sumenep – Di tengah keterbatasan akses dan jauhnya jarak yang harus ditempuh masyarakat kepulauan untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik, secercah harapan hadir dari Program Layanan Kesehatan Bergerak (Yankes Bergerak) Provinsi Jawa Timur. Menembus ombak dan melintasi lautan, tim medis hadir langsung di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, membawa pelayanan kesehatan yang selama ini sulit dijangkau warga.
Hingga Minggu (14/6/2026), tim Yankes Bergerak telah menangani 19 pasien bedah, termasuk sejumlah tindakan operasi yang dilakukan di Kapal Gandha Nusantara, rumah sakit terapung yang menjadi andalan pelayanan medis bagi masyarakat kepulauan.
Kepala Seksi Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Hartono, mengatakan berbagai kasus berhasil ditangani dalam misi kemanusiaan tersebut, mulai dari hernia, fistula ani, selulitis, tumor, hingga satu tindakan operasi sesar.
“Total hari ini ada 19 pasien yang ditangani, termasuk yang dilakukan di kapal. Kasusnya beragam, mulai dari tumor, hernia, fistula ani, selulitis, hingga operasi sesar,” ujar Hartono.
Tak hanya layanan bedah, program ini juga membawa cahaya baru bagi warga yang mengalami gangguan penglihatan. Sebanyak 47 pasien telah mendapatkan tindakan operasi mata, yang terdiri dari 36 operasi katarak dan 11 operasi pterigium. Bagi sebagian warga, operasi tersebut menjadi kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
Pascaoperasi, para pasien tidak dibiarkan berjuang sendiri. Tim dokter secara rutin melakukan visite atau kunjungan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi pasien tetap stabil sekaligus memberikan edukasi mengenai perawatan dan proses pemulihan.
“Senin, 15 Juni 2026, dilakukan visite untuk pemeriksaan kondisi terkini pasien yang sudah menjalani operasi, baik operasi bedah maupun mata. Kemudian dokter akan memberikan edukasi mengenai tindakan selanjutnya,” jelas Hartono saat ditemui di Puskesmas Nonggunong, Senin (15/6/2026).
Di balik agenda pelayanan yang telah tersusun, tim Yankes Bergerak juga menunjukkan sisi kemanusiaan yang begitu kuat. Mereka sigap membantu proses persalinan seorang ibu di Puskesmas Gayam yang sebelumnya tidak termasuk dalam daftar pasien pemeriksaan. Berawal dari konsultasi bidan setempat kepada dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang tergabung dalam tim, keputusan cepat diambil demi keselamatan ibu dan bayi.
“Ibu tersebut sebelumnya belum masuk pemeriksaan, tetapi setelah dilihat oleh bidan setempat sudah keluar ketuban, kemudian dikonsultasikan kepada dokter obgyn kami. Alhamdulillah proses persalinan berjalan normal dengan bantuan induksi dan tidak ada kendala,” ungkap Hartono.
Layanan kesehatan yang dibawa ke Pulau Sapudi juga mencakup pemeriksaan spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Selain menyasar bayi, tim medis kini memperluas skrining pendengaran hingga anak-anak usia sekolah dasar. Pemeriksaan dilakukan di Puskesmas Nonggunong sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan pendengaran yang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan proses belajar anak.
Hartono menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan Yankes Bergerak tidak berhenti pada pelayanan sesaat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus melakukan pemantauan kondisi pasien serta melanjutkan pelayanan kesehatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kehadiran Yankes Bergerak di Pulau Sapudi bukan sekadar menghadirkan dokter dan peralatan medis, tetapi juga membawa pesan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah hak seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan dan pelosok negeri.
Di balik setiap tindakan operasi dan setiap langkah tim medis yang menyeberangi lautan, tersimpan semangat untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Jatim – Diolah Redaksi










Komentar