Min.co.id | Sorong – Di balik tenangnya perairan timur Indonesia, para prajurit TNI Angkatan Laut terus mengasah kemampuan tempur sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa. Dalam rangkaian Bulan Profesi, Prajurit Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong menjalani latihan menembak senjata laras panjang dan pistol di Lapangan Tembak Korem 181/PVT Sorong, Jumat (12/6/2026).
Latihan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya membangun naluri tempur, ketangkasan, dan profesionalisme prajurit yang setiap saat dituntut siap menghadapi berbagai dinamika tugas pengamanan wilayah perairan Indonesia.
Sebelum pelaksanaan latihan, seluruh peserta menerima pembekalan dan pengarahan terkait prosedur keselamatan penggunaan senjata (safety procedure) yang disampaikan Kapoksahli Kodaeral XIV, Kolonel Marinir Rio Sukanto, M.Tr.Hanla. Ia menekankan pentingnya disiplin, ketelitian, dan kepatuhan terhadap setiap prosedur agar latihan berlangsung aman, tertib, dan mencapai tujuan yang diharapkan.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Setiap prajurit harus memahami dan mematuhi seluruh prosedur penggunaan senjata agar latihan berjalan lancar dan profesional,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Satrol Kodaeral XIV Sorong, Kolonel Laut (P) I Gde Eka S. Putra, S.H., M.Tr.Hanla., M.A., menjelaskan bahwa latihan menembak merupakan salah satu sarana penting untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan dasar keprajuritan, terutama keterampilan menembak yang menjadi kompetensi wajib setiap prajurit Satrol.
Dalam latihan tersebut, para prajurit menjalani berbagai materi, mulai dari drill menembak senjata laras panjang dengan jarak 100 meter, drill menembak pistol pada jarak 20 meter, hingga latihan berbagai sikap dan teknik menembak yang benar.
“Kemampuan menembak adalah salah satu bekal utama seorang prajurit. Melalui latihan yang rutin dan terukur, kami ingin memastikan setiap personel memiliki kesiapan dan kepercayaan diri dalam menghadapi tugas operasional di lapangan,” ujar Kolonel I Gde Eka S. Putra.
Di tempat terpisah, Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., menegaskan bahwa latihan menembak merupakan bagian penting dari rangkaian Bulan Profesi yang digelar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesiapsiagaan operasional prajurit TNI AL.
Menurutnya, kemampuan dasar seperti menembak tidak boleh hanya dimiliki, tetapi juga harus terus dipelihara dan ditingkatkan agar naluri tempur setiap prajurit tetap terasah.
“Latihan menembak adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki dan terus dipertahankan. Dengan latihan yang rutin dan berkesinambungan, naluri tempur prajurit akan tetap terjaga sehingga mereka selalu siap menjalankan setiap penugasan secara profesional,” ungkap Laksamana Muda TNI Djatmoko.
Bagi para prajurit di garis depan, setiap peluru yang dilepaskan di arena latihan bukan sekadar mengarah ke sasaran, tetapi menjadi simbol kesiapan menjaga laut Indonesia dan menjawab kepercayaan negara. Melalui Bulan Profesi, TNI AL menunjukkan bahwa profesionalisme dibangun dari disiplin, latihan yang konsisten, dan semangat pengabdian yang tidak pernah padam.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Kadispen Kodaeral XIV – Diolah Redaksi









Komentar