Nakhoda Baru RSPAL dr. Ramelan, Harapan Baru bagi Ribuan Pasien di Indonesia Timur

Min.co.id | Surabaya –  Pergantian kepemimpinan di sebuah rumah sakit bukan sekadar serah terima jabatan. Bagi ribuan pasien yang setiap hari menggantungkan harapan kesembuhan, momen itu menjadi penanda lahirnya semangat baru untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, modern, dan manusiawi.

Harapan tersebut mengemuka dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya dari Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., FINA kepada Kolonel Laut (K) dr. Mukti Fahimi, Sp.PD., FINASIM yang digelar di Aula Pertemuan Lantai 1 Gedung Miangas RSPAL dr. Ramelan, Jumat (22/5/2026).

Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan TNI Angkatan Laut (Kapuskesal) Laksamana Pertama TNI dr. Mohamad Sulaiman Abidin, Sp.M dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI AL serta jajaran civitas hospitalia RSPAL dr. Ramelan.

Dalam sambutannya, Kapuskesal menegaskan bahwa RSPAL dr. Ramelan memiliki posisi yang sangat strategis dalam pelayanan kesehatan nasional. Rumah sakit ini tidak hanya menjadi rujukan utama TNI Angkatan Laut di kawasan Indonesia Timur, tetapi juga menjadi rumah sakit rujukan terbesar kedua di Jawa Timur setelah RSUD dr. Soetomo.

“RSPAL dr. Ramelan adalah flagship atau rumah sakit rujukan tertinggi TNI AL di wilayah timur. Tantangan pelayanan kesehatan ke depan menuntut akselerasi teknologi dan respons layanan yang cepat,” tegas Laksamana Pertama TNI dr. Mohamad Sulaiman Abidin.

Menurutnya, perkembangan dunia kesehatan saat ini menuntut rumah sakit untuk terus beradaptasi dengan teknologi modern tanpa mengurangi sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan.

Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa RSPAL dr. Ramelan menjadi rumah sakit yang semakin modern dan semakin dicintai masyarakat luas.

“Harapan kami, dengan nakhoda baru, rumah sakit ini tidak hanya unggul dalam dukungan kesehatan militer, tetapi juga semakin dicintai masyarakat umum karena layanannya yang makin modern,” ujarnya.

Kapuskesal juga memastikan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan RSPAL dr. Ramelan.

“Pusat akan terus memberikan dukungan penuh, baik dari sisi pengadaan alat kesehatan mutakhir maupun peningkatan kualitas SDM. Kita ingin RSPAL dr. Ramelan setara dengan rumah sakit berstandar internasional,” tambahnya.

Sementara itu, pejabat lama Kepala RSPAL dr. Ramelan, Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, menyampaikan rasa bangga atas berbagai pencapaian yang berhasil diraih selama masa kepemimpinannya.

Menurutnya, keberhasilan terbesar bukan hanya pada pembangunan fisik maupun sistem pelayanan, melainkan soliditas seluruh tenaga kesehatan dan karyawan rumah sakit yang bekerja tanpa lelah melayani masyarakat.

“Hal yang paling membanggakan bagi saya adalah soliditas dan dedikasi seluruh civitas hospitalia. Kita berhasil melewati masa transisi digitalisasi layanan dan mempertahankan akreditasi paripurna,” ungkapnya.

Tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Kolonel Laut (K) dr. Mukti Fahimi. Dengan semangat baru, ia langsung memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Salah satu fokus utama adalah penguatan sistem layanan digital dan efisiensi pelayanan agar pasien tidak lagi harus menunggu terlalu lama saat berobat.

“Fokus utama kami ke depan adalah penguatan efisiensi pelayanan, optimalisasi sistem antrean digital agar pasien tidak menunggu terlalu lama, serta memastikan kesiapan dukungan kesehatan untuk operasi TNI AL,” jelas dr. Mukti.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memperluas layanan Unit Gawat Darurat (UGD) serta melakukan pembaruan berbagai alat kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan pasien.

“Kami akan memperluas layanan UGD berikut pembaruan alat-alat medis agar pelayanan kegawatdaruratan semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan pasien,” katanya.

Kabar menggembirakan lainnya datang bagi pasien gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah. RSPAL dr. Ramelan berencana menambah sebanyak 50 unit mesin Hemodialisis (HD).

Saat ini rumah sakit tersebut telah memiliki sekitar 40 unit mesin HD yang setiap hari melayani pasien dari berbagai daerah.

“Penambahan alat HD ini sangat penting untuk mengurai antrean pasien. Dengan tambahan 50 unit baru, pelayanan pasien cuci darah akan semakin cepat dan maksimal,” ujar dr. Mukti.

Meski berstatus rumah sakit militer, RSPAL dr. Ramelan tetap membuka pelayanan seluas-luasnya bagi masyarakat umum, termasuk peserta BPJS Kesehatan.

Menurut dr. Mukti, pengabdian rumah sakit tidak hanya ditujukan kepada prajurit TNI dan keluarganya, tetapi juga kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkualitas.

“Prajurit TNI dan keluarganya memang prioritas utama kami sebagai rumah sakit militer, namun masyarakat umum pengguna BPJS juga merupakan bagian besar dari pengabdian kami kepada bangsa. Kami akan terus memperbaiki alur pelayanan agar semua pihak mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan ramah,” tandasnya.

Di balik pergantian kepemimpinan tersebut, tersimpan harapan besar agar RSPAL dr. Ramelan terus berkembang menjadi rumah sakit modern yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang humanis bagi setiap pasien yang datang mencari kesembuhan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi 
Sumber: Diskominfo Jatim – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed