Min.co.id | Indramayu – Informasi mengenai kondisi Turinih (45), warga Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, yang mengalami keterbatasan fisik dan lebih banyak terbaring di rumah, akhirnya mendapat perhatian pemerintah setempat.
Setelah informasi tersebut beredar di media sosial, Pemerintah Kecamatan Terisi bersama petugas Puskesmas dan pemerintah desa mendatangi kediaman Turinih pada Sabtu (22/8/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus mengetahui kebutuhan yang perlu segera ditangani.
Mengutip laporan Cirayunews, Turinih tinggal bersama ayahnya dan selama ini mendapat perawatan dari kakaknya. Kondisi fisiknya membuat ia tidak mampu berdiri dan berjalan. Bahkan, untuk duduk secara mandiri pun disebut mengalami keterbatasan.
Dalam kunjungan tersebut, petugas juga menemukan persoalan lain. Turinih diketahui belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Camat Terisi Boy Billy Prima mengatakan pemerintah kecamatan bersama Puskesmas dan pemerintah desa mengambil langkah setelah memperoleh informasi mengenai kondisi Turinih yang beredar di media sosial.
“Setelah mendapat informasi di media sosial terkait warga yang memiliki kebutuhan dasar, kami bersama Puskesmas dan perwakilan pemerintah desa langsung mengambil langkah penanganan terpadu,” kata Boy, seperti diberitakan Cirayunews.
Untuk kebutuhan yang dianggap mendesak, bantuan berupa paket sembako, susu formula dan sejumlah kebutuhan pokok diserahkan kepada keluarga Turinih.
Namun, penanganan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pemerintah Kecamatan Terisi juga menyiapkan langkah untuk membantu persoalan administrasi kependudukan dan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Boy mengatakan pengurusan dokumen kependudukan Turinih akan segera difasilitasi. Sementara untuk kepesertaan BPJS Kesehatan, pihak Puskesmas akan membantu proses administrasinya.
“Tidak hanya bantuan administrasi dan pangan, kami juga menugaskan pihak Puskesmas untuk menjadwalkan kunjungan tenaga medis secara berkala ke kediaman Turinih guna memantau perkembangan kondisi kesehatannya secara rutin,” ujarnya, sebagaimana dikutip Cirayunews.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat kondisi Turinih lebih terpantau sekaligus memastikan keluarga memperoleh akses terhadap pelayanan yang dibutuhkan.
Penanganan lintas sektor juga menjadi penting karena persoalan yang dihadapi Turinih tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Administrasi kependudukan dan kepesertaan jaminan kesehatan menjadi bagian yang perlu diselesaikan agar akses terhadap layanan publik dapat lebih mudah.
Bagi keluarga Turinih, bantuan yang datang setelah informasi mengenai kondisinya beredar di media sosial menjadi awal dari penanganan yang lebih terarah. Pemerintah kecamatan bersama Puskesmas dan pemerintah desa selanjutnya diharapkan dapat memastikan proses yang telah dimulai tidak berhenti pada kunjungan dan bantuan awal.
Boy berharap langkah tersebut dapat meringankan beban Turinih dan keluarganya sekaligus membuka akses terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
“Langkah cepat tanggap lintas sektor ini diharapkan dapat meringankan beban hidup Turinih beserta keluarga dan menjamin terpenuhinya hak pelayanan kesehatan yang layak,” katanya, seperti diberitakan Cirayunews.
Kasus Turinih juga menunjukkan bahwa informasi dari masyarakat melalui media sosial dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk menemukan warga yang membutuhkan perhatian. Namun, tindak lanjut tetap membutuhkan pengecekan langsung agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kini, selain bantuan kebutuhan sehari-hari, ada pekerjaan lanjutan yang harus diselesaikan, mulai dari dokumen kependudukan hingga akses jaminan kesehatan dan pemantauan kondisi medis Turinih.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Cirayunews, diolah redaksi










Komentar