Min.co.id | Sorong – Dentuman semangat pengabdian dan disiplin terdengar dari Dermaga Satrol Kodaeral XIV Sorong. Selama satu bulan penuh, prajurit Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong menjalani program Bulan Profesi, sebuah rangkaian pelatihan intensif yang dirancang untuk mengasah kemampuan teknis, fisik, dan taktis dalam menghadapi dinamika tugas di laut yang semakin kompleks.
Kegiatan yang dimulai sejak 2 Juni 2026 itu dipusatkan di lingkungan Satrol Kodaeral XIV, dermaga, KRI, dan KAL, dengan tujuan utama meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas operasional sekaligus memastikan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tetap berada pada kondisi optimal.
Di balik rutinitas latihan yang padat, tersimpan tekad besar untuk melahirkan prajurit-prajurit laut yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan mental tempur yang andal. Mereka ditempa untuk mampu menguasai sistem persenjataan, memahami prosedur operasional, menjalankan sistem pemeliharaan terencana, hingga memiliki keterampilan taktis yang menjadi modal utama menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Program Bulan Profesi dibagi ke dalam empat tahap mingguan dengan materi yang komprehensif. Latihan diawali dengan briefing awal, dilanjutkan pendalaman materi amunisi, PEK, prosedur miss fire, pendalaman anjungan, peperangan dasar, Visit, Board, Search and Seizure (VBSS), Planned Maintenance System, Banglistra, peperangan modern, penembakan anjungan, latihan menembak, drill pos tempur, renang militer, halang rintang, hingga ujian tertulis dan evaluasi akhir.
Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bulan Profesi merupakan implementasi dari kebijakan dan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk terus meningkatkan profesionalisme prajurit dan kesiapan alutsista TNI AL.
“Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membentuk prajurit yang profesional, memiliki kemampuan teknis yang terstandar, serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas di KRI dan KAL,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap seluruh prajurit yang mengikuti pelatihan mampu meningkatkan kompetensi dan keterampilan operasional sehingga dapat menjalankan tugas secara efektif dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kesiapan prajurit tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat utama, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengawakinya.
Selain pembekalan teori dan teknis, latihan fisik menjadi bagian penting dari pembinaan. Renang militer, latihan menembak, halang rintang, hingga drill pos tempur laut dirancang untuk membangun ketahanan, ketangkasan, dan refleks prajurit dalam menghadapi situasi operasi yang sesungguhnya.
Di tengah dinamika kawasan maritim yang terus berkembang, Bulan Profesi menjadi simbol komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus menjaga kesiapsiagaan dan meningkatkan kualitas personel. Dari dermaga Sorong, para prajurit ditempa bukan hanya menjadi penjaga perairan, tetapi juga benteng terdepan yang siap mengawal kedaulatan dan kehormatan bangsa di lautan Nusantara.
Penulis:Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Kadispen Kodaeral XIV – Diolah Redaksi










Komentar