Min.co.id | Bandung — Minggu biasanya menjadi hari untuk beristirahat dari rutinitas. Namun bagi 38 anak Panti Asuhan Insan Harapan, Minggu (27/9/2026) menjadi kesempatan untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda.
Mereka meninggalkan sejenak lingkungan panti dan berkunjung ke Museum Geologi Bandung. Di tempat itu, waktu tidak hanya diisi dengan berjalan-jalan, tetapi juga mengenal sejarah bumi, perkembangan kehidupan, hingga berbagai fenomena geologi.
Bagi anak-anak yang kesehariannya lebih banyak berlangsung di lingkungan panti, perjalanan semacam ini memberi pengalaman yang berbeda. Museum yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui buku atau pelajaran sekolah bisa dilihat secara langsung.
Kegiatan tersebut berlangsung melalui program Maxim EduTrip yang digelar Maxim Bandung bersama Panti Asuhan Insan Harapan.
Anak-anak diajak melihat berbagai koleksi yang tersedia di museum sekaligus mendapatkan pengetahuan mengenai proses terbentuknya bumi dan berbagai perkembangan kehidupan di dalamnya.
Di sinilah nilai sebuah kegiatan seperti EduTrip tidak hanya terletak pada tempat yang dikunjungi.
Ada pengalaman baru yang bisa dibawa pulang. Anak-anak mendapat ruang untuk belajar di luar suasana sekolah maupun panti, sekaligus menikmati waktu bersama dalam suasana yang lebih santai.
Head of Subdivision Maxim Bandung Harry Purwanto mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan dalam bentuk pemberian bantuan.
“Komitmen kami untuk mendukung anak-anak di panti tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan menghadirkan pengalaman baru yang bisa mereka nikmati,” ujar Harry.
Selain mengajak anak-anak berkunjung ke museum, Maxim Bandung juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada Panti Asuhan Insan Harapan.
Bantuan tersebut antara lain beras 25 kilogram, makanan ringan, susu kental manis, susu, minyak goreng, gula, garam, kecap, dan mi instan.
Bantuan pangan tersebut memiliki manfaat yang berbeda. Jika kunjungan museum memberikan pengalaman yang mungkin hanya berlangsung sehari, kebutuhan pokok dapat membantu kehidupan anak-anak di panti setelah kegiatan selesai.
Perwakilan Panti Asuhan Insan Harapan, Ari Novandi, mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti bagi anak-anak maupun pengelola panti.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak bisa mendapatkan pengalaman baru, dan bantuan sembako juga membantu kebutuhan panti,” kata Ari.
Dua bentuk dukungan itu memperlihatkan bahwa kebutuhan anak-anak di panti tidak hanya soal kebutuhan sehari-hari.
Ada pula kebutuhan untuk mengenal dunia yang lebih luas, memperoleh pengalaman, belajar di tempat baru, dan memiliki kesempatan menikmati kegiatan yang mungkin tidak datang setiap hari.
Bagi anak-anak tersebut, Museum Geologi Bandung mungkin hanya menjadi tujuan perjalanan selama beberapa jam.
Tetapi cerita tentang fosil, sejarah bumi, dan pengalaman berada di ruang belajar yang berbeda dapat menjadi bagian dari ingatan yang lebih panjang.
Sementara bagi panti, bantuan kebutuhan pokok menjadi dukungan yang bisa dirasakan dalam keseharian.
Pada akhirnya, kegiatan seperti ini mengingatkan bahwa kepedulian kepada anak-anak di panti tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar.
Kadang, satu perjalanan keluar dari rutinitas, satu tempat baru untuk belajar, dan sedikit ruang untuk bersenang-senang sudah cukup untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda dalam kehidupan anak-anak.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Maxim Bandung,Diolah Redaksi










Komentar