Jutaan Ton Barang Beralih ke Rel, KAI Logistik Perkuat Ekonomi dan Kurangi Beban Jalan Raya

Min.co.id | Jakarta – Di tengah padatnya lalu lintas jalan raya dan meningkatnya kebutuhan distribusi barang, moda transportasi berbasis rel perlahan menjadi tumpuan baru bagi dunia logistik nasional. Bukan sekadar mengangkut barang, kereta api kini membawa harapan akan sistem distribusi yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Optimisme itu tercermin dari capaian PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) yang berhasil membukukan volume angkutan barang sebesar 1.658.622 ton pada Mei 2026, meningkat 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh performa layanan KA Kontainer yang terus menunjukkan tren positif.

Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, layanan KA Kontainer berhasil mengangkut 1.193.688 ton barang, atau setara dengan hampir 60 ribu perjalanan truk. Angka tersebut menjadi gambaran semakin besarnya kepercayaan dunia usaha terhadap moda kereta api sebagai solusi logistik masa depan yang lebih berkelanjutan.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan bahwa layanan KA Kontainer telah menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan bisnis perusahaan. Pada 2025 lalu, layanan ini mencatatkan kenaikan sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan tren itu terus berlanjut pada 2026.

“Kami menargetkan pertumbuhan yang lebih besar melalui penguatan layanan dan kapasitas angkut kereta api kontainer. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi logistik yang tidak hanya efisien, tetapi juga mendukung daya saing industri dan pembangunan logistik yang berkelanjutan,” ujar Yuskal.

Memasuki triwulan kedua tahun ini, pertumbuhan volume angkutan semakin terasa. Pada Mei 2026, KA Kontainer membukukan capaian tertinggi dengan volume 267.390 ton, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan awal tahun. Untuk menjawab lonjakan permintaan tersebut, KAI Logistik melakukan akselerasi kapasitas melalui penambahan dua rangkaian KA Kontainer baru.

Di balik angka-angka tersebut, tersimpan dampak yang jauh lebih luas. Semakin banyak barang yang berpindah dari jalan raya ke jalur rel berarti semakin berkurangnya beban lalu lintas, risiko kecelakaan, hingga kerusakan infrastruktur jalan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya mendorong pembangunan rendah karbon dan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Yuskal menilai, tantangan logistik masa kini tidak lagi hanya berbicara soal kecepatan pengiriman, melainkan juga menyangkut tanggung jawab terhadap lingkungan dan keberlanjutan pembangunan.

“Peralihan sebagian angkutan barang ke moda kereta api merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional. Selain meningkatkan efisiensi rantai pasok, langkah ini mampu mengurangi biaya akibat kemacetan dan kerusakan jalan, sekaligus mendukung target pembangunan rendah karbon Indonesia,” jelasnya.

Manfaat penggunaan moda kereta api juga dirasakan langsung oleh sektor industri. Distribusi yang lebih andal akan menjaga kelancaran pasokan bahan baku dan barang jadi, memperkuat rantai pasok nasional, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Selain itu, perpindahan distribusi dari jalan raya ke jalur rel diyakini mampu meningkatkan keselamatan transportasi. Berdasarkan data tahun 2024, tercatat 150.906 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 26.839 korban meninggal dunia, di mana sekitar 10,5 persen di antaranya melibatkan kendaraan angkutan barang. Sementara itu, kerugian akibat kerusakan jalan nasional yang dipicu kendaraan over dimension over loading (ODOL) diperkirakan mencapai Rp10,21 triliun.

Sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional, KAI Logistik berkomitmen terus memperluas pemanfaatan moda kereta api melalui peningkatan kapasitas, pengembangan jaringan layanan, serta kolaborasi dengan berbagai pelaku industri. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem logistik Indonesia yang lebih efisien, aman, hijau, dan berdaya saing tinggi.

Bagi masyarakat, pertumbuhan layanan logistik berbasis kereta api bukan hanya soal angka dan tonase. Di balik setiap gerbong yang melaju, ada harapan agar distribusi barang menjadi lebih lancar, biaya logistik semakin kompetitif, dan pembangunan ekonomi nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa mengorbankan keselamatan serta kelestarian lingkungan.

Penulis: Achmad Suharya
Editor: Redaksi
Sumber: Humas PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed