Min.co.id | Surabaya — Bagi pengemudi truk, waktu tunggu di terminal adalah bagian dari pekerjaan. Di balik setiap perjalanan mengangkut peti kemas, ada waktu yang harus dihabiskan menanti proses pelayanan selesai.
Di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), waktu tunggu itu kini mendapat perhatian melalui penyediaan ruang khusus yang memungkinkan pengemudi beristirahat lebih layak, dengan fasilitas tempat duduk, pendingin ruangan, akses informasi operasional dan tempat ibadah.
Fasilitas tersebut disiapkan bagi para pengemudi truk yang beraktivitas di lingkungan terminal, khususnya ketika harus menunggu giliran dalam proses pelayanan peti kemas.
Bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, ruang tunggu bukan sekadar tempat untuk duduk. Tempat yang nyaman dapat menjadi ruang untuk melepas lelah sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan dan aktivitas pengangkutan.
TPS menyebut penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa, termasuk para pengemudi truk yang menjadi bagian dari rantai pergerakan logistik di pelabuhan.
Direktur Utama TPS Ali Sodikin mengatakan pengemudi truk memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran arus logistik di pelabuhan.
“Pengemudi truk adalah mitra strategis dalam kelancaran arus logistik di pelabuhan. Melalui penyediaan ruang tunggu yang nyaman dan memadai, kami ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan fasilitas yang layak selama menjalankan aktivitas operasional di TPS,” ujar Ali dalam keterangan tertulis, Jumat (26/9/2026).
Menurut Ali, perhatian terhadap pengemudi tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan operasional yang aman dan produktif.
Ia mengatakan kualitas pelayanan perusahaan tidak semata-mata diukur dari kecepatan proses operasional, tetapi juga dari bagaimana pengguna jasa mendapatkan kenyamanan selama berinteraksi dengan layanan terminal.
“Kami percaya bahwa kualitas layanan tidak hanya diukur dari kecepatan dan keandalan proses operasional, tetapi juga dari bagaimana perusahaan mampu memberikan kenyamanan dan nilai tambah kepada seluruh pengguna jasa,” katanya.
Menunggu dengan Lebih Layak
Aktivitas di terminal peti kemas memiliki ritme yang tidak sederhana. Kendaraan datang dan pergi membawa barang, sementara pengemudi harus mengikuti tahapan pelayanan sebelum kembali membawa muatan menuju tujuan berikutnya.
Dalam kondisi tersebut, waktu tunggu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pengemudi.
Karena itu, keberadaan ruang tunggu menjadi fasilitas yang bersentuhan langsung dengan keseharian mereka.
TPS menyebut ruang tersebut dilengkapi tempat duduk yang memadai, pendingin ruangan, akses informasi operasional, fasilitas ibadah serta sejumlah sarana penunjang lainnya.
Fasilitas itu diharapkan dapat memberikan ruang bagi pengemudi untuk beristirahat sembari menunggu proses pelayanan peti kemas.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa aktivitas logistik tidak hanya berbicara mengenai pergerakan barang dan kendaraan. Di dalamnya terdapat manusia yang menjalankan pekerjaan dari satu titik ke titik lainnya.
Pengemudi dalam Rantai Logistik
Pengemudi truk menjadi salah satu mata rantai yang menghubungkan terminal dengan berbagai tujuan distribusi. Peti kemas yang keluar dari terminal tidak berhenti sebagai angka dalam catatan operasional, tetapi bergerak melalui perjalanan yang melibatkan banyak pekerja.
Di balik proses tersebut, pengemudi harus menjaga waktu, kondisi kendaraan dan keselamatan selama perjalanan.
Karena itu, fasilitas pendukung di area terminal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas mereka.
TPS menyatakan penyediaan ruang tunggu tersebut sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan layanan yang berorientasi kepada pengguna jasa serta memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan para pemangku kepentingan dalam ekosistem logistik.
Perusahaan juga menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Danantara dan BP BUMN mengenai penguatan layanan yang berorientasi pada pelanggan.
Bagi TPS, perhatian terhadap pengemudi merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan.
Sementara bagi pengemudi, ruang tunggu menjadi tempat sederhana untuk mengambil jeda di tengah pekerjaan yang menuntut mobilitas tinggi.
Pada akhirnya, kelancaran logistik bukan hanya soal seberapa cepat peti kemas bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Ada manusia yang mengemudikan kendaraan, menunggu proses pelayanan, menjaga muatan, kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
Ruang tunggu mungkin hanya satu bagian kecil dari keseluruhan aktivitas terminal. Namun bagi pengemudi yang harus menunggu, tempat yang layak untuk duduk, beristirahat dan mendapatkan informasi dapat menjadi bagian penting dari pengalaman mereka selama bekerja.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS),Diolah Redaksi










Komentar