Min.co.id | Jakarta — Di balik hampir satu juta koli barang yang bergerak melalui KALOG Express sepanjang triwulan III 2026, ada kebutuhan masyarakat yang terus berpindah dari satu kota ke kota lain. Paket menjadi muatan terbesar, disusul sepeda motor yang semakin banyak dikirim antarkota.
KALOG Express mencatat sekitar 21.423 ton barang retail selama Juli–September 2026. Angka tersebut naik sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 18.711 ton.
Bukan hanya berat barang yang meningkat. Jumlah kiriman juga bertambah sekitar 15 persen, dari 847.660 koli pada triwulan III 2025 menjadi sekitar 971.795 koli pada periode yang sama tahun ini.
Angka itu menggambarkan satu hal sederhana: kebutuhan mengirim barang antarkota tidak lagi hanya berkaitan dengan perusahaan atau distribusi dalam jumlah besar. Paket, kendaraan dan berbagai barang retail menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
Paket Masih Mendominasi
Gambaran tersebut terlihat lebih jelas pada catatan September 2026.
Sepanjang bulan itu, KALOG Express mengelola sekitar 6.798 ton barang retail. Paket menjadi komoditas terbesar dengan volume sekitar 4.339 ton, atau 64 persen dari keseluruhan angkutan.
Sepeda motor berada di urutan berikutnya dengan sekitar 2.186 ton atau 32 persen.
Sisanya berasal dari pengiriman hewan, dokumen dan sejumlah komoditas retail lainnya.
Jika dilihat dari jumlah kiriman, sepanjang September tercatat sekitar 254.962 paket, 13.370 unit sepeda motor, serta 16.709 ekor hewan yang dikirim melalui layanan tersebut.
Jumlah pengiriman sepeda motor bahkan menjadi yang tertinggi sepanjang tahun berjalan hingga September 2026.
Bagi masyarakat, pengiriman sepeda motor bukan sekadar angka statistik. Kendaraan bisa menjadi bagian dari kebutuhan ketika seseorang pindah kota, mengirim kendaraan kepada keluarga, bekerja atau memiliki keperluan lain yang membuat kendaraan harus berpindah antardaerah.
Akses Pengiriman Makin Dekat
Pertumbuhan kiriman juga berjalan bersamaan dengan bertambahnya titik layanan.
Hingga akhir September 2026, KALOG Express memiliki 300 service point yang tersebar di berbagai wilayah.
VP Commercial KAI Logistik Ferdian Pardosi mengatakan pertumbuhan volume tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik terus berkembang.
“Pertumbuhan volume angkutan retail pada triwulan III menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik terus berkembang,” ujar Ferdian.
Menurut dia, pengembangan layanan dilakukan dengan menghubungkan jaringan kereta api dengan layanan first mile dan last mile. Dengan pola tersebut, barang tidak hanya mengandalkan perjalanan kereta, tetapi juga memiliki rangkaian proses pengiriman dari titik penerimaan hingga tujuan.
Bagi pengguna jasa, bagian inilah yang menentukan apakah sebuah layanan logistik benar-benar mudah digunakan. Sebab, persoalan pengiriman tidak berhenti ketika barang masuk ke stasiun atau titik keberangkatan. Barang tetap harus dijemput, diproses dan diterima di tujuan.
Ada Potongan untuk Kiriman ke Bandar Lampung
Bagi masyarakat yang memiliki rencana mengirim barang dari Jawa menuju Bandar Lampung, ada penawaran khusus selama Oktober 2026.
KALOG Express memberikan diskon 30 persen untuk pengiriman paket dan 25 persen untuk pengiriman sepeda motor menuju Bandar Lampung dari seluruh service point KALOG Express.
Promo tersebut bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang memang sudah memiliki kebutuhan pengiriman ke wilayah tersebut.
Namun, seperti layanan pengiriman lainnya, calon pengguna tetap perlu memperhatikan ketentuan barang, tarif dan mekanisme pengiriman sebelum melakukan transaksi.
Ferdian mengatakan layanan KALOG Express terus dikembangkan agar pengiriman paket, sepeda motor, hewan maupun barang retail lainnya dapat dilakukan melalui jaringan yang lebih terintegrasi.
Ketika Kereta Tak Hanya Membawa Penumpang
Selama ini, perjalanan kereta api lebih mudah dibayangkan dari sisi penumpangnya. Padahal, di jalur yang sama terdapat aktivitas logistik yang ikut menggerakkan barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Data KALOG Express pada triwulan III 2026 memperlihatkan jenis barang yang bergerak cukup beragam. Paket mendominasi, tetapi sepeda motor, hewan dan barang retail lainnya juga ikut mengambil bagian.
Hampir 1 juta koli dalam tiga bulan menunjukkan bahwa kebutuhan mengirim barang antarkota terus berlangsung.
Pada akhirnya, yang bergerak bukan hanya angka tonase atau jumlah kiriman. Ada barang yang harus sampai kepada keluarga, kendaraan yang perlu berpindah kota, hingga paket yang menunggu diterima pemiliknya.
Kereta menjadi salah satu jalur yang menghubungkan kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: KAI Logistik,Diolah Redaksi










Komentar