Dua Juta Kiriman Melintas, KALOG Express Catat Lonjakan Angkutan Ritel hingga Juli 2026

Min.co.id | Jakarta – Di tengah mobilitas masyarakat yang terus bergerak, kebutuhan mengirim barang tak lagi sebatas paket. Hewan peliharaan hingga sepeda motor kini ikut menjadi bagian dari arus logistik yang harus bergerak antardaerah.

Gambaran itu tercermin dari kinerja KAI Logistik Express sepanjang Januari hingga Juli 2026. PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat lebih dari 2 juta kiriman dengan total volume sekitar 41.980 ton, naik sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 36.367 ton.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas pada bisnis angkutan ritel KAI Logistik, meski data perusahaan tersebut belum secara langsung menggambarkan keseluruhan kondisi industri logistik nasional.

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi, mengatakan peningkatan volume hingga Juli menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang mudah diakses dan memiliki konektivitas antardaerah.

“Pertumbuhan angkutan ritel hingga Juli 2026 menjadi salah satu indikator positif bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang mudah diakses dan memiliki jaringan luas terus meningkat,” kata Ferdian.

Paket Masih Mendominasi

Dari keseluruhan layanan KALOG Express, paket masih menjadi komoditas dengan jumlah pengiriman terbesar.

Hingga Juli 2026, sekitar 1,78 juta kiriman paket tercatat menggunakan layanan tersebut. Selain paket, pengiriman hewan mencapai sekitar 107 ribu kiriman, sedangkan sepeda motor sekitar 88 ribu unit.

Pengiriman sepeda motor mencatat volume tertinggi pada Juli 2026. Menurut perusahaan, peningkatan tersebut antara lain berkaitan dengan meningkatnya mobilisasi masyarakat pada periode awal tahun ajaran baru di perguruan tinggi.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan logistik masyarakat semakin beragam. Barang yang berpindah dari satu daerah ke daerah lain tidak hanya berupa dokumen atau paket belanja, tetapi juga komoditas yang membutuhkan penanganan berbeda.

Ferdian mengatakan peningkatan juga terlihat pada Juli, ketika jumlah pengiriman berbagai komoditas utama tumbuh rata-rata sekitar 15 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, kondisi itu menjadi bagian dari penguatan bisnis kurir memasuki semester kedua 2026.

Kereta Api dan Perubahan Pola Logistik

Pertumbuhan layanan angkutan ritel juga menempatkan jaringan kereta api sebagai salah satu bagian dari rantai distribusi barang antardaerah.

KAI Logistik menilai jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah dapat menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan layanan logistik yang terintegrasi.

Perusahaan juga melihat pertumbuhan industri Courier, Express and Parcel (CEP) di Indonesia sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis angkutan ritel. KAI Logistik mengutip proyeksi pertumbuhan industri tersebut sebesar 7,12 persen per tahun secara majemuk atau CAGR pada periode 2026–2031.

Namun, proyeksi industri tersebut merupakan perkiraan pihak ketiga dan bukan angka pertumbuhan aktual KAI Logistik. Karena itu, angka tersebut lebih tepat dipandang sebagai gambaran mengenai potensi pasar, bukan sebagai jaminan pertumbuhan bisnis perusahaan.

Ferdian mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan konektivitas dan kapasitas layanan, termasuk memperhatikan pengalaman pelanggan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat konektivitas, kapasitas, serta pengalaman pelanggan agar KALOG Express dapat menjadi bagian dari solusi mobilitas logistik masyarakat,” ujarnya.

Bukan Hanya Paket

KALOG Express sendiri menyediakan layanan pengiriman barang ritel dengan sejumlah jenis komoditas, antara lain paket, hewan peliharaan, tanaman, sepeda, sepeda motor, elektronik dan barang beku.

Layanan tersebut juga didukung sistem digital KAI Logistik TRAX yang menurut informasi perusahaan digunakan untuk pemesanan, penjemputan, pelacakan dan pembayaran secara digital.

Di luar segmen ritel, KAI Logistik memiliki layanan KALOG Plus dan KALOG Pro untuk kebutuhan logistik dengan karakteristik berbeda, termasuk pengiriman dalam jumlah besar dan layanan logistik terintegrasi.

Bagi masyarakat, meningkatnya volume pengiriman pada akhirnya bukan hanya soal angka bisnis. Di balik jutaan kiriman terdapat kebutuhan sehari-hari yang harus sampai ke tujuan, mulai dari barang konsumsi hingga kendaraan yang digunakan untuk menunjang aktivitas.

Dengan jaringan distribusi yang semakin dibutuhkan, tantangan berikutnya bukan sekadar mengejar pertumbuhan jumlah kiriman, tetapi memastikan barang sampai dengan aman, tepat waktu dan sesuai kebutuhan pelanggan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas KAI Logistik,Diolah redaksi

 

Komentar

News Feed