Saat Kontainer Tak Lagi Berhenti di Pelabuhan, Kereta Api Jadi Jalur Berikutnya

Min.co.id | Jakarta –  Di balik sebuah kontainer yang berpindah dari satu kota ke kota lain, ada perjalanan panjang yang kerap luput dari perhatian.

Barang harus bergerak tepat waktu, biaya distribusi harus diperhitungkan, sementara pelaku usaha dituntut menjaga rantai pasok tetap berjalan. Di tengah kebutuhan itu, kereta api kembali ditawarkan sebagai salah satu pilihan untuk membawa kontainer melanjutkan perjalanan darat.

Momentum tersebut dimanfaatkan PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dengan menghadirkan program Shipping Line Special Rate bertepatan dengan HUT ke-17 perusahaan yang jatuh pada 8 September 2026. Program tarif khusus itu ditujukan bagi perusahaan shipping line, baik pelanggan lama maupun calon pelanggan yang memenuhi ketentuan.

Program berlangsung 1 September hingga 30 November 2026, dengan layanan pengiriman kontainer pada sejumlah relasi, yakni Jakarta–Surabaya pulang-pergi (PP) dan Jakarta – Semarang PP.

Bagi perusahaan shipping line, pilihan moda transportasi menjadi bagian penting dalam mengatur perjalanan kontainer setelah barang memasuki jaringan distribusi darat. Karena itu, kehadiran layanan berbasis kereta api tidak semata soal memindahkan kontainer, tetapi juga menyangkut bagaimana rantai distribusi dapat disusun lebih fleksibel sesuai kebutuhan.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan perusahaan shipping line.

“Momentum HUT ke-17 menjadi kesempatan bagi kami untuk semakin dekat dengan pelanggan melalui solusi yang memberikan nilai tambah,” kata Aniek.

Menurut dia, melalui program tersebut KAI Logistik ingin mendorong pemanfaatan kereta api sebagai salah satu bagian dari rantai distribusi perusahaan shipping line.

Program ini berlaku untuk kontainer 20 feet dan 40 feet, baik kontainer berisi maupun kosong. Tarif disesuaikan dengan relasi serta jenis kontainer dan sudah mencakup biaya Lift On-Lift Off (LoLo) di stasiun muat dan bongkar.

Salah satu ketentuan yang ditawarkan adalah tidak adanya minimum volume pengiriman. Pelanggan dapat melakukan pemesanan berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan kapasitas operasional.

Untuk perusahaan yang memiliki kebutuhan pengiriman dalam jumlah besar, KAI Logistik juga membuka pembahasan mengenai volume, pola pengiriman, maupun relasi yang diperlukan.

“Setiap pelanggan tentu memiliki kebutuhan distribusi yang berbeda. Karena itu, kami senantiasa terbuka untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan tersebut,” ujar Aniek.

Dari laut ke rel

Dalam ekosistem logistik, perusahaan shipping line memiliki peran dalam transportasi barang melalui jalur laut sekaligus pengelolaan pergerakan kontainer. Ketika perjalanan melalui laut berakhir, barang masih membutuhkan moda transportasi lain untuk mencapai tujuan.

Di titik inilah konektivitas antarmoda menjadi penting.

KAI Logistik mencoba mengambil bagian dalam rantai tersebut melalui layanan angkutan kontainer berbasis kereta api. Dengan relasi Jakarta–Surabaya dan Jakarta–Semarang, perusahaan menawarkan alternatif bagi pelaku usaha yang membutuhkan pergerakan kontainer melalui jalur darat.

KAI Logistik sendiri merupakan perusahaan yang bergerak pada layanan distribusi logistik berbasis kereta api. Layanannya mencakup distribusi paket dan barang ritel melalui KALOG Express, angkutan kontainer dan domestic freight forwarding melalui KALOG Plus, serta layanan logistik terpadu melalui KALOG Pro.

Perusahaan juga mengembangkan konsep layanan dari hulu hingga hilir melalui end-to-end services, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam sejumlah layanan distribusinya.

Bagi dunia usaha, pilihan moda transportasi pada akhirnya bukan hanya persoalan kendaraan yang digunakan. Waktu tempuh, kapasitas, biaya, konektivitas dan kepastian distribusi ikut menentukan bagaimana sebuah barang sampai ke tujuan.

Melalui program Shipping Line Special Rate, KAI Logistik berupaya menawarkan kereta api sebagai salah satu mata rantai dalam perjalanan tersebut menghubungkan jalur laut dengan distribusi darat dan memberi ruang bagi perusahaan shipping line untuk menyesuaikan pola pengiriman dengan kebutuhannya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik),Diolah Redaksi

Komentar

News Feed