Min.co.id | Jakarta – Ada pekerjaan yang nyaris tak terlihat penumpang, tetapi menentukan bagaimana perjalanan kereta api tetap aman dan andal. Salah satunya adalah pengeceran balas, yakni penempatan dan pemerataan batu di sepanjang jalur rel untuk membantu menjaga posisi rel dan bantalan tetap stabil.
Sepanjang 2026, pekerjaan tersebut dilakukan PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) di sejumlah wilayah operasional kereta api di Jawa dan Sumatra. Pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan perawatan jalur di masing-masing Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre) KAI.
Hingga saat ini, realisasi fisik pekerjaan pengeceran balas disebut telah mencapai sekitar 167 ribu meter kubik (m³) dari total estimasi 396 ribu m³. Pekerjaan masih berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
VP of Commercial KAI Logistik Ferdian Pardosi mengatakan pekerjaan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan distribusi material, tetapi juga membutuhkan ketepatan pelaksanaan di lapangan.
“Pekerjaan pengeceran balas merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung keandalan dan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah operasi Jawa dan Sumatra,” ujar Ferdian.
Menurut dia, perusahaan berupaya memastikan material tiba sesuai kebutuhan, baik dari sisi waktu, lokasi maupun spesifikasi yang dipersyaratkan.
Balas atau ballast merupakan material batu yang ditempatkan di sekitar dan di bawah bantalan rel. Material tersebut berfungsi membantu menjaga kestabilan konstruksi jalan rel sekaligus mendukung posisi rel dan bantalan selama jalur digunakan.
Karena itu, proses pengecerannya tidak dilakukan sekadar dengan menurunkan batu di sepanjang jalur. Distribusi material perlu disesuaikan dengan kebutuhan perawatan serta diawasi agar volume dan mutunya memenuhi ketentuan teknis.
KAI Logistik menyebut pengawasan dan pemantauan dilakukan selama pekerjaan berlangsung. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan material yang digunakan sesuai spesifikasi serta tahapan pekerjaan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Ferdian mengatakan capaian sekitar 167 ribu m³ tersebut masih akan bertambah seiring berlanjutnya pekerjaan di sejumlah wilayah.
“Capaian ini mencerminkan komitmen tim untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Kami akan terus menjaga ketepatan pelaksanaan agar kebutuhan perawatan jalur dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.
Selain pengawasan selama pengerjaan, KAI Logistik memberikan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender setelah pekerjaan diserahterimakan. Jaminan tersebut dimaksudkan untuk menjaga hasil pekerjaan tetap memenuhi ketentuan selama masa pemeliharaan.
Pekerjaan pengeceran balas menjadi salah satu bagian dari rantai pemeliharaan prasarana perkeretaapian. Bagi pengguna jasa, proses tersebut mungkin tidak banyak terlihat karena berlangsung di sisi lain dari perjalanan kereta yang setiap hari melintas.
Namun, ketika batu balas harus didistribusikan hingga ke titik-titik jalur yang membutuhkan perawatan, pekerjaan logistik tersebut ikut menentukan kesiapan prasarana yang menopang perjalanan kereta.
Dengan cakupan pekerjaan yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatra, KAI Logistik berperan dalam mendukung kebutuhan material perawatan jalur melalui layanan logistik berbasis kereta api dan layanan distribusi lainnya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: KAI Logistik, diolah redaksi










Komentar