Dari Masjid Baitul Huda, Warga Rajadesa Diingatkan Tak Mudah Percaya Hoaks dan Modus Penipuan Online

Min.co.id | Ciamis – Pengajian Ahad di Masjid Besar Baitul Huda, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Minggu (30/8/2026), tidak hanya menjadi ruang bagi warga untuk memperdalam pengetahuan keagamaan. Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari: hoaks, penipuan online, keamanan lingkungan hingga ancaman kebakaran.

Pesan itu disampaikan Ps. Kanit Binmas Polsek Rajadesa Bripka Angga Sundara saat menghadiri pengajian Jihad atau Ngaji Poe Ahad yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua MUI Kecamatan Rajadesa, pimpinan Pondok Pesantren Cijeruk, Kepala Desa Tigaherang, serta masyarakat Kecamatan Rajadesa.

Di tengah pertemuan keagamaan itu, polisi membuka ruang komunikasi dengan tokoh agama dan warga. Selain bersilaturahmi, personel menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berkaitan dengan persoalan yang dapat muncul di lingkungan maupun ruang digital.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial dan aplikasi percakapan, kabar yang belum terverifikasi dapat dengan mudah diteruskan kepada orang lain.

Karena itu, masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi.

Persoalan lain yang mendapat perhatian adalah penipuan online. Masyarakat diminta tidak mudah memberikan data pribadi, mengikuti instruksi dari pihak yang tidak dikenal, maupun mempercayai tawaran yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain persoalan digital, polisi mengajak masyarakat memperkuat kembali kegiatan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling).

Menurut kepolisian, keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan gangguan keamanan.

Kewaspadaan masyarakat dapat membantu mengenali kondisi yang tidak biasa di lingkungan tempat tinggal dan mempercepat penyampaian informasi apabila muncul persoalan.

Warga juga diingatkan mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Rajadesa IPTU Radius Windhu, mengatakan kegiatan keagamaan menjadi salah satu ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas. Melalui kegiatan keagamaan, kami dapat menyampaikan imbauan secara langsung sekaligus mendengarkan informasi maupun aspirasi masyarakat terkait kondisi keamanan di lingkungan,” ujar Radius.

Menurutnya, komunikasi dengan masyarakat diperlukan agar potensi persoalan keamanan dapat diketahui sejak dini.

Kepolisian juga mendorong masyarakat tidak hanya menunggu tindakan aparat ketika terjadi gangguan, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Kehadiran polisi dalam pengajian mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai persoalan yang disampaikan berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Salah seorang warga mengatakan informasi mengenai penipuan online, hoaks, dan keamanan lingkungan penting disampaikan secara langsung agar masyarakat lebih waspada.

“Kami mengapresiasi kehadiran polisi dalam kegiatan pengajian. Imbauan mengenai penipuan online, berita hoaks dan keamanan lingkungan sangat penting disampaikan langsung kepada masyarakat agar kami lebih waspada,” ujarnya.

Masyarakat berharap komunikasi antara kepolisian, tokoh agama, dan warga tidak berhenti pada satu kegiatan. Pertemuan yang berkelanjutan dinilai dapat membantu mempercepat penyampaian informasi apabila terdapat persoalan di lingkungan.

Pengajian di Masjid Besar Baitul Huda akhirnya tidak hanya menjadi tempat warga bertemu dan mengikuti kegiatan keagamaan.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa keamanan lingkungan memiliki banyak sisi. Ancaman tidak hanya datang dari tindak kriminal di jalan, tetapi juga dari informasi palsu, penipuan melalui perangkat digital, lemahnya pengawasan lingkungan, hingga kelalaian yang dapat memicu kebakaran.

Karena itu, kewaspadaan menjadi penting.

Polisi dapat melakukan pembinaan dan pencegahan, tetapi masyarakat tetap menjadi mata dan telinga pertama di lingkungan tempat tinggalnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.

Dari Masjid Baitul Huda, pesan yang dibawa pulang warga bukan hanya tentang kehidupan keagamaan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga diri, keluarga, dan lingkungan di tengah berbagai risiko yang semakin beragam.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, diolah Redaksi

Komentar

News Feed