Upacara penutupan dipimpin Kepala Departemen Kesenjataan Kavaleri Kolatmar, Kolonel Marinir Baju Kelana Putra. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya pendidikan yang berlangsung selama 45 hari, sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026.
Selama mengikuti pendidikan, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan koperasi. Mereka terlebih dahulu menjalani pendidikan bela negara selama satu bulan, kemudian melanjutkannya dengan pelatihan manajerial selama dua pekan.
Danpuslatpur Mar 3 Grati, Letkol Mar Arif Nugroho, mengatakan seluruh peserta telah menyelesaikan rangkaian pendidikan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
“Selama 45 hari, satu bulan pertama adalah pendidikan bela negara dan dua minggu selanjutnya diisi dengan pelatihan manajerial. Syukur alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” kata Arif.
Bagi para peserta, selesainya pendidikan tersebut sekaligus menjadi awal dari tugas baru. Mereka dipersiapkan untuk menjalankan fungsi manajerial di koperasi yang berada di tingkat desa dan kelurahan.
Arif berharap pengalaman selama menjalani pendidikan tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan ketika para peserta mulai menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
Menurutnya, kedisiplinan, tanggung jawab, dan dedikasi menjadi bekal penting bagi calon manajer sebelum berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat.
“Harapannya tingkat kedisiplinan, tanggung jawab, dan dedikasi kepada negara semakin tinggi. Sehingga ketika ditugaskan sebagai manajer, mereka sudah siap,” ujarnya.
Program tersebut menempatkan para peserta pada posisi yang memiliki tanggung jawab cukup besar. Selain dituntut memahami pengelolaan organisasi koperasi, mereka nantinya harus mampu berinteraksi dengan masyarakat sekaligus memahami kebutuhan ekonomi di lingkungan tempat mereka bertugas.
Karena itu, keberhasilan pelatihan tidak hanya akan dilihat dari selesainya pendidikan, tetapi juga dari kemampuan para lulusan menerapkan pengetahuan dan kedisiplinan tersebut ketika mulai menjalankan tugas di lapangan.
Setelah upacara penutupan, 172 peserta kini bersiap memasuki tahapan berikutnya sebagai calon pengelola koperasi desa dan kelurahan. Bagi masyarakat yang akan menjadi bagian dari koperasi tersebut, kemampuan para calon manajer menerjemahkan hasil pelatihan menjadi pelayanan dan pengelolaan koperasi yang baik akan menjadi ukuran yang jauh lebih penting.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Jatim,diolah redaksi
Komentar