Dari Jalan Rusak ke Hamparan Beton, Harapan Warga Pranti Mulai Terwujud

Deru truk molen yang membawa beton siap pakai terdengar di tengah malam. Lampu kendaraan menerangi ruas jalan di RT 05 RW 02, Desa Pranti, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Selasa (18/8/2026).

Malam itu, aktivitas pembangunan jalan berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat mengerjakan betonisasi ruas jalan yang selama ini menjadi bagian dari akses warga setempat.

Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki volume panjang 285 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,12 meter. Kegiatan menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran Rp154.188.800.

Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Pranti dan dikoordinasikan oleh Kartiwan selaku Ketua TPK.

Kuwu Desa Pranti, Yogi Nandi Pratama, mengatakan pelaksanaan secara swakelola dipilih agar masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan di desanya.

“Pekerjaan ini sengaja dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat melalui TPK. Tujuannya agar masyarakat bisa terlibat langsung dalam pembangunan, selain menghasilkan infrastruktur yang dapat digunakan untuk kepentingan warga,” ujar Yogi saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan desa diharapkan memberikan manfaat tambahan bagi warga yang ikut dalam proses pelaksanaan kegiatan.

Di lokasi yang sama, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pranti, Tawan, menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan jalan tersebut. Ia menyebut betonisasi itu merupakan bagian dari usulan masyarakat yang akhirnya dapat direalisasikan.

“Saya sebagai Ketua BPD sangat mengapresiasi kegiatan betonisasi jalan ini. Alhamdulillah, usulan masyarakat dapat diwujudkan,” kata Tawan.

Bagi warga yang tinggal di sekitar ruas jalan tersebut, pembangunan ini bukan sekadar perubahan permukaan jalan. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat memudahkan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Tarwi, salah seorang warga setempat, mengaku bersyukur melihat pekerjaan betonisasi mulai dilaksanakan. Ia berharap jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, akhirnya jalan bisa bagus. Terima kasih Pak Kuwu, semoga jalannya bisa awet,” ungkap Tarwi.

Beton yang malam itu mulai dituang perlahan menutup permukaan jalan. Bagi warga Pranti, hamparan beton tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik yang tercatat dalam anggaran desa. Ada harapan sederhana di baliknya: jalan yang lebih layak dilalui dan mampu menunjang aktivitas masyarakat untuk waktu yang panjang.

Penulis: Wiwin Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Peliputan dan wawancara langsung

Komentar

News Feed