Indramayu Tak Cuma Jadi Lumbung Padi, Koperasi Desa Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Min.co.id |Indramayu – Hamparan sawah dan produksi beras yang besar membuat Indramayu memiliki posisi penting dalam peta ketahanan pangan nasional. Namun, kekuatan pangan tidak hanya bergantung pada hasil panen. Cara hasil pertanian didistribusikan dan bagaimana ekonomi desa bergerak juga menjadi bagian yang menentukan.

Persoalan itulah yang ikut menjadi perhatian saat Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq meninjau persiapan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Kamis (20/8/2026).

Rambatan Kulon menjadi salah satu lokasi yang ditinjau karena berada di wilayah Indramayu yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional. Dalam keterangan yang disampaikan saat kunjungan, kontribusi produksi beras Indramayu disebut mencapai sekitar 1,5 juta ton.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur sekaligus tata kelola koperasi yang nantinya diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat desa.

Hanif mengatakan peninjauan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Presiden untuk memastikan program KDKMP tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi memiliki kesiapan untuk menjalankan fungsi ekonominya.

“Kehadiran KDKMP dirancang untuk memotong rantai distribusi dan rantai pangan semaksimal mungkin. Kita ingin memastikan bantuan pemerintah maupun barang bersubsidi dapat sampai ke masyarakat dengan harga yang sama dan terjangkau,” ujar Hanif.

Menurutnya, koperasi nantinya diharapkan menjadi salah satu bagian dari infrastruktur pemerintah dalam mendukung distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.

Program KDKMP sendiri telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2030, dengan target pembentukan hingga 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia.

Namun, membangun koperasi dalam jumlah besar bukan sekadar persoalan mendirikan bangunan. Kesiapan lahan, tata ruang, kelembagaan, hingga mekanisme operasional menjadi bagian yang perlu dipastikan sebelum program berjalan secara optimal.

Hanif menyebut pemerintah masih mematangkan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan menjadi dasar tata kelola dan mekanisme operasional KDKMP.

Regulasi tersebut, kata dia, perlu menyesuaikan kondisi nyata di lapangan, termasuk persoalan kesiapan lahan dan tata ruang yang berbeda di setiap daerah.

Kunjungan tersebut turut didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo.

Menurut Tulus, peninjauan KDKMP di Rambatan Kulon menjadi momentum untuk memastikan program tersebut nantinya benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan perekonomian desa.

“Kami dari TNI siap mendukung dan mendampingi, sehingga KDKMP dapat berkembang menjadi pusat penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tegas Tulus.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam mengawal pelaksanaan program di wilayah Indramayu.

Bagi daerah seperti Indramayu, koperasi desa memiliki tantangan sekaligus peluang yang cukup besar. Sebagai daerah dengan basis pertanian kuat, keberadaan koperasi diharapkan tidak berhenti sebagai tempat transaksi, tetapi dapat mengambil peran dalam mata rantai ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Jika tata kelolanya berjalan baik, koperasi dapat menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat, distribusi barang, dan potensi ekonomi desa.

Pada akhirnya, keberhasilan KDKMP di Rambatan Kulon tidak hanya akan dilihat dari berdirinya fasilitas koperasi. Ukurannya justru berada pada sejauh mana koperasi tersebut mampu menjalankan fungsi ekonomi, membantu masyarakat memperoleh barang dengan harga terjangkau, serta ikut memperkuat kemandirian desa.

Dari desa yang selama ini menopang produksi pangan nasional, pemerintah kini ingin membangun fondasi ekonomi yang diharapkan mampu membuat manfaat dari kekuatan pangan tersebut lebih dekat dengan masyarakat.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Pendim 0616/Indramayu,diolah redaksi

Komentar

News Feed