Bukan Sekadar Angka Indeks, Jatinagara Menyatukan Langkah untuk Memastikan Desa Terus Bergerak

Min.co.id | Ciamis – Sebuah desa tidak hanya bisa dibaca dari deretan angka. Di balik indeks dan capaian pembangunan, ada jalan yang harus dibenahi, pelayanan yang harus dijaga, warga yang membutuhkan rasa aman, serta pemerintah desa yang dituntut mampu bergerak menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, ketika Expose Indeks Desa Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Jatinagara digelar di Aula Balai Desa Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Rabu (2/9/2026), yang berlangsung bukan sekadar pemaparan capaian. Forum tersebut menjadi ruang bertemunya pemerintah, pendamping desa, TNI, kepolisian, dan unsur masyarakat untuk melihat kembali arah pembangunan sekaligus menjaga agar prosesnya berjalan dalam suasana aman dan kondusif.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai. Polsek Kawali Polres Ciamis hadir melalui Bhabinkamtibmas Aiptu Piping, bersama unsur TNI, pemerintah Kecamatan Jatinagara, pemerintah desa, pendamping desa, serta pemangku kepentingan lainnya.

Indeks desa pada akhirnya bukan sekadar angka di atas kertas. Di balik penilaian pembangunan terdapat kondisi nyata masyarakat yang menjadi bagian dari proses tersebut.

Forum expose menjadi kesempatan untuk memaparkan laporan indeks desa sekaligus mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran berbeda dalam pembangunan.

Rangkaian kegiatan diawali pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Camat Jatinagara Adang Hartono, S.Sos., M.M., sambutan Koordinator Tenaga Ahli Masyarakat dan Desa, pemaparan laporan indeks desa, pemberian penghargaan, hingga penutupan.

Di tengah agenda tersebut, kehadiran Bhabinkamtibmas membawa pesan bahwa pembangunan dan keamanan memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan.

Desa yang berkembang membutuhkan lingkungan yang aman. Sebaliknya, keamanan juga akan lebih mudah dijaga ketika komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa dan aparat berjalan baik.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawali AKP Iis Yeni Idaningsih, S.H., M.H., mengatakan kepolisian terus membangun komunikasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, pendamping desa, serta masyarakat.

“Polri akan terus membangun sinergitas dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, pendamping desa, serta seluruh elemen masyarakat. Melalui koordinasi yang baik, berbagai program pembangunan dapat berjalan secara aman dan kondusif, sekaligus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang tetap terjaga,” ujar AKP Iis Yeni Idaningsih.

Bagi kepolisian, peran Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada persoalan keamanan. Personel di tingkat desa juga menjadi salah satu penghubung komunikasi antara masyarakat dengan kepolisian dan pemerintah.

Dari komunikasi semacam itulah, perkembangan situasi maupun potensi persoalan di lingkungan dapat diketahui lebih awal.

Sebuah program pembangunan akan sulit berjalan maksimal apabila masyarakat masih dihantui persoalan keamanan.

Karena itu, Polsek Kawali mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk menjaga kepedulian terhadap lingkungan. Jika muncul persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, masyarakat diharapkan tidak membiarkannya berkembang, melainkan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun pihak terkait.

Pendekatan tersebut menempatkan keamanan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan desa.

Bukan berarti kepolisian mengambil alih peran pemerintah atau masyarakat, tetapi memastikan jalur komunikasi tetap terbuka ketika muncul persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

Salah satu agenda dalam kegiatan tersebut adalah pemberian penghargaan. Namun capaian maupun penghargaan dalam pembangunan desa semestinya tidak dipandang sebagai garis akhir.

Justru setelah capaian dicatat, tantangan berikutnya adalah mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Di sinilah sinergitas lintas sektor menjadi penting. Pemerintah desa memiliki program dan kewenangan, pendamping desa memberikan dukungan sesuai tugasnya, TNI dan Polri turut menjaga stabilitas wilayah, sedangkan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengawasi sekaligus menjalankan pembangunan.

Kehadiran kepolisian dalam forum tersebut mendapat apresiasi dari warga.

Salah seorang warga yang hadir menilai keberadaan Bhabinkamtibmas membuat masyarakat memiliki ruang komunikasi yang lebih dekat dengan aparat keamanan.

“Kami merasa terbantu dengan adanya Bhabinkamtibmas yang hadir dan ikut berkoordinasi dalam kegiatan di desa. Selain memberikan rasa aman, kami juga bisa lebih mudah menyampaikan informasi maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan,” ungkapnya.

Bagi warga, komunikasi yang mudah bukan sekadar persoalan hubungan kelembagaan. Itu menjadi penting ketika ada persoalan yang membutuhkan respons cepat.

Expose Indeks Desa Tahun 2026 di Jatinagara memperlihatkan bahwa pembangunan desa memiliki banyak wajah.

Ada angka indeks, ada laporan, ada penghargaan, tetapi ada pula kebutuhan masyarakat yang harus terus dijawab.

Karena itu, koordinasi yang dibangun di ruang pertemuan perlu dibawa ke kehidupan sehari-hari. Pemerintah, aparat keamanan, pendamping desa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan pembangunan berjalan sekaligus menjaga lingkungan tetap aman.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan desa bukan hanya tentang seberapa tinggi sebuah indeks tercatat, melainkan seberapa jauh capaian tersebut mampu berjalan beriringan dengan pelayanan, keamanan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, Diolah Redaksi

Komentar

News Feed