Menembus Lautan Demi Rupiah: BI dan TNI AL Luncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke Pulau-Pulau 3T

Min.co.id | Surabaya – Upaya menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Program ini menjadi simbol nyata hadirnya negara hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), khususnya di kepulauan Jawa Timur.

Kegiatan resmi ditandai dengan pelepasan Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 590 di Koarmada II, Surabaya, Kamis (23/4/2026). Momen ini sekaligus menjadi kick-off ERB 2026 yang dihadiri berbagai pejabat penting, termasuk perwakilan Bank Indonesia, TNI AL, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta unsur Forkopimda dan mitra strategis lainnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi simbol kedaulatan negara yang wajib dijaga keberadaannya di seluruh penjuru Indonesia. Sesuai mandat konstitusi, Bank Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Namun, tantangan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau serta keterbatasan infrastruktur membuat distribusi uang tidak selalu mudah. Kondisi tersebut bahkan membuka peluang masuknya mata uang asing di beberapa wilayah perbatasan, yang berpotensi mengganggu kedaulatan Rupiah sebagai mata uang nasional.

Karena itu, sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut terus diperkuat. TNI AL berperan sebagai penjaga kedaulatan laut, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara. Keduanya disebut sebagai “dua kekuatan dengan satu misi: menjaga Indonesia”.

Sejak 2012 hingga 2025, ERB telah menjangkau ratusan pulau dengan ratusan kegiatan layanan kas keliling. Pada 2025 saja, program ini menjangkau 91 pulau dengan nilai penukaran uang mencapai lebih dari Rp154 miliar, disertai edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga program bela negara.

Tahun 2026, cakupan ERB diperluas menjadi 19 provinsi dengan target 97 pulau 3T. Di Jawa Timur sendiri, ekspedisi berlangsung pada 23–29 April 2026 dengan menyasar lima pulau utama: Bawean, Sapeken, Masalembu, Kangean, dan Sakala menggunakan KRI Makassar-590.

Ricky menambahkan, kerja sama ini bahkan telah mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan Annual Central Banking Award 2024 di Inggris, sebagai inovasi langka yang sulit ditiru negara lain.

Melalui ERB 2026, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas layanan kas dan meningkatkan literasi masyarakat tentang Rupiah, sebagai bagian dari langkah bersama membangun Indonesia hingga ke wilayah terluar negeri.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Diskominfo Jatim – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed