Min.co.id | Transformasi digital di sektor logistik nasional terus bergerak maju. KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi mengimplementasikan teknologi dashcam berbasis Artificial Intelligence (AI) pada armada trucking operasional petikemas sebagai langkah memperkuat keselamatan perjalanan sekaligus meningkatkan standar distribusi modern.
Inovasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem operasional berbasis pencegahan risiko (preventive system), seiring meningkatnya tuntutan industri terhadap layanan logistik yang aman, transparan, dan efisien.
Berbeda dengan kamera pengawas konvensional yang hanya berfungsi merekam kejadian, dashcam berbasis AI memungkinkan deteksi potensi bahaya secara otomatis dan real-time. Sistem mampu membaca perilaku berkendara serta kondisi perjalanan sehingga risiko dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi insiden serius.
Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, menegaskan bahwa keselamatan operasional menjadi fondasi utama dalam pengembangan layanan perusahaan.
“Penerapan teknologi ini bukan sekadar pembaruan perangkat, tetapi langkah nyata membangun budaya keselamatan yang lebih disiplin, adaptif, dan transparan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan armada berjalan efisien sekaligus memenuhi standar keamanan tinggi bagi pengemudi,” ujarnya.
Dalam implementasinya, KAI Logistik menggandeng mitra teknologi untuk mengintegrasikan sensor cerdas dan sistem analitik ke dalam armada trucking. Teknologi tersebut mampu mendeteksi berbagai perilaku berisiko, seperti: pengemudi mengantuk, distraksi saat berkendara, penggunaan ponsel, pelanggaran batas kecepatan.
Ketika sistem mengidentifikasi potensi bahaya, peringatan otomatis langsung dikirim ke Command Center agar respons cepat dapat dilakukan.
Seluruh data perjalanan kemudian dikelola sebagai basis evaluasi performa dan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making).
Program ini telah dijalankan bertahap sejak Maret 2026 di sejumlah wilayah operasional petikemas utama, antara lain Sungai Lagoa, Klari, Ronggowarsito, dan Kalimas. Perusahaan berencana memperluas implementasi teknologi tersebut ke lebih banyak armada dan wilayah operasional lainnya.
Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta api yang terintegrasi.
KAI Logistik sendiri dibentuk untuk memperkuat distribusi logistik berbasis kereta api melalui layanan end-to-end services atau solusi logistik terpadu.
Perusahaan menghadirkan tiga segmentasi layanan utama, yakni:
KALOG Express, layanan pengiriman retail dan paket berbasis aplikasi digital KAI Logistik TRAX dengan fitur real-time tracking.
KALOG Plus, layanan pengiriman skala besar seperti angkutan kontainer dan domestic freight forwarding.
KALOG Pro, layanan logistik industri dan proyek termasuk semen, limbah B3, energi, hingga batu bara.
Integrasi teknologi informasi menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan pre-service hingga post-service distribusi logistik nasional.
Masuknya teknologi Artificial Intelligence ke sektor trucking menunjukkan perubahan paradigma dalam industri logistik Indonesia. Keselamatan kini tidak lagi sekadar prosedur administratif, melainkan sistem yang dibangun melalui data dan teknologi.
Di tengah meningkatnya mobilitas distribusi barang nasional, kecelakaan transportasi logistik kerap menjadi risiko laten yang berdampak luas bukan hanya pada perusahaan, tetapi juga pada keselamatan publik dan stabilitas rantai pasok.
Pendekatan preventif berbasis AI seperti yang dilakukan KAI Logistik memperlihatkan arah baru industri pengawasan tidak lagi menunggu kejadian, melainkan mencegahnya sejak awal.
Namun, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan konsistensi implementasi, perlindungan data pekerja, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lapangan. Teknologi yang canggih tetap membutuhkan budaya kerja yang matang.
Jika dijalankan secara berkelanjutan, langkah ini berpotensi menjadi standar baru keselamatan logistik nasional sebuah fase di mana efisiensi dan keselamatan tidak lagi dipertentangkan, tetapi berjalan beriringan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Diolah dari siaran pers KAI Logistik










Komentar