Min.co.id | Polemik pembongkaran sebagian bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, yang rencananya dialihfungsikan menjadi gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Di balik kontroversi tersebut, potret haru justru terlihat dari dedikasi tenaga kesehatan yang tetap melayani pasien meski dalam kondisi serba terbatas.
Tanpa ruang pelayanan yang layak, para Tenaga Kesehatan (Nakes) tetap membuka layanan kesehatan dengan fasilitas seadanya. Bahkan, pelayanan dilakukan beralaskan karpet di lantai setelah sebagian bangunan dibongkar dan peralatan medis dipindahkan.
Situasi itu tampak pada Senin (30/3/2026), ketika warga masih berdatangan untuk berobat maupun mengurus administrasi Universal Health Coverage (UHC) bagi keluarga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Meski kondisi jauh dari ideal, pelayanan tetap berjalan demi memastikan masyarakat tidak kehilangan akses kesehatan.
Bidan Desa Kedungwungu, Tarwinah atau yang akrab disapa Bidan Uun, mengatakan pelayanan tetap dibuka atas arahan Dinas Kesehatan Indramayu sekaligus permintaan warga yang masih sangat membutuhkan keberadaan Pustu.
“Kami memakai Puskesmas Keliling untuk pelayanan sederhana, bahkan dilakukan dengan cara ngampar. Yang penting masyarakat tetap bisa dilayani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hampir seluruh instrumen pelayanan telah dipindahkan ke Puskesmas Bugis. Namun para tenaga kesehatan memilih tetap bertugas agar warga tidak kesulitan mendapatkan layanan dasar.
Di sisi lain, masyarakat menyampaikan kekhawatiran apabila Pustu benar-benar dihapus. Darni, salah satu warga yang datang berobat, mengaku keberadaan fasilitas kesehatan tersebut sangat membantu karena lokasinya dekat dengan permukiman warga.
“Kalau harus ke Puskesmas Bugis cukup jauh. Selama ini kami sangat terbantu karena Pustu dekat rumah,” katanya sambil membawa obat usai pemeriksaan.
Kondisi ini menyoroti dilema antara rencana pembangunan desa dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Di tengah polemik alih fungsi bangunan, dedikasi para tenaga kesehatan menjadi gambaran nyata pelayanan publik yang tetap berjalan meski dalam keterbatasan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait kelanjutan alih fungsi bangunan Pustu Kedungwungu. Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang tetap menjamin keberlangsungan layanan kesehatan dasar tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap pelayanan medis.
Penulis: Redaksi Kerikil
Editor: Tim Redaksi
Sumber: Kerikil.id (Diolah)










Komentar