Tiga Eks OPM Pilih Jalan Damai, Ikrar Setia NKRI di Sinak Jadi Simbol Perubahan

Min.co.id | Suasana haru dan penuh makna menyelimuti halaman SD Inpres 1 Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Sabtu (28/3/2026).

Di tempat sederhana itu, menjadi momentum baru bagi upaya perdamaian di wilayah tersebut. ketika tiga mantan anggota kelompok TPNPB-OPM resmi mengikrarkan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Komando Operasi (Koops) TNI Papua dalam menciptakan stabilitas keamanan sekaligus membuka ruang rekonsiliasi damai di wilayah Papua.

Tiga eks anggota yang menyatakan ikrar setia yakni Nikanus Murib, Arendis Murib, dan Ois Tabuni, yang sebelumnya tergabung dalam kelompok Kalenak Murib. Mereka diketahui pernah terlibat dalam gangguan tembakan saat pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada tahun 2025.

Kini, ketiganya memilih meninggalkan konflik dan kembali menata masa depan sebagai bagian dari masyarakat sipil.

Prosesi ikrar berlangsung khidmat dan sarat simbol persatuan. Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan serta pemberian baju batik sebagai tanda kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Suasana semakin emosional saat lagu Indonesia Raya berkumandang, diikuti pengucapan dan penandatanganan ikrar kesetiaan hingga momen mencium bendera Merah Putih sebagai wujud komitmen menjaga keutuhan bangsa.

Dalam pernyataan ikrar, ketiganya menegaskan kesiapan untuk setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis, serta bertekad menjalani kehidupan baru melalui pendidikan, berkebun, dan ikut mendukung pembangunan di Distrik Sinak.

Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyebut momentum tersebut sebagai titik awal perubahan yang diharapkan membawa dampak positif bagi stabilitas wilayah.

“Kegiatan ikrar ini diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi ketiga eks anggota OPM agar tidak kembali bergabung dengan kelompok tersebut dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Dukungan masyarakat turut menguatkan proses rekonsiliasi tersebut. Tokoh masyarakat Distrik Sinak, Nopinus Kagoya, menyampaikan apresiasi kepada TNI dan aparat keamanan atas pendekatan pembinaan yang dilakukan secara persuasif dan humanis.

Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi anggota kelompok lainnya untuk kembali memilih jalan damai dan bersama-sama membangun masa depan Papua yang lebih sejahtera.

Peristiwa ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat stabilitas keamanan dan rekonsiliasi sosial di Papua, sekaligus membuka harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang

Penulis: Redaksi
Editor: Tim Redaksi
Sumber: Diolah Dari Rilis Puspen TNI

Komentar

News Feed