Min.co.id | Tulungagung — Bagi petani, tanaman padi yang tumbuh di sawah bukan sekadar hamparan hijau. Ada biaya produksi, tenaga, dan harapan panen yang dipertaruhkan hingga musim tanam berakhir.
Karena itu, ketika hama burung mulai mengganggu tanaman, petani harus bergerak cepat. Di lahan milik anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumber Pangan, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, upaya mengusir burung menjadi bagian dari menjaga tanaman padi tetap aman.
Sabtu (26/9/2026), Babinsa Desa Karangrejo Koramil Tipe B 0807/02 Boyolangu, Serda Muhamad Ali, ikut mendampingi petani menghadapi gangguan tersebut.
Kehadiran Babinsa di tengah persawahan bukan untuk menggantikan pekerjaan petani, melainkan membantu menghadapi persoalan yang muncul di lapangan. Salah satunya gangguan hama burung yang berpotensi mengurangi hasil ketika tanaman memasuki masa yang rentan.
Bagi petani, persoalan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun jika tidak ditangani, serangan hama dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil panen.
Serda Muhamad Ali mengatakan pendampingan kepada petani dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan pertanian sekaligus program ketahanan pangan.
“Kami terus berupaya hadir dan membantu para petani dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan. Harapannya, tanaman padi dapat tumbuh optimal, hasil panen meningkat, dan produktivitas pertanian semakin baik sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan petani,” ujarnya.
Persoalan hama burung juga memperlihatkan bahwa menjaga ketahanan pangan tidak selalu berbicara tentang produksi dalam skala besar. Di tingkat paling dasar, keberhasilan menjaga pangan dimulai dari tanaman yang harus dirawat petani setiap hari.
Sawah menjadi tempat kerja yang tidak mengenal banyak jeda. Setelah menghadapi persoalan air, cuaca, biaya produksi, dan berbagai gangguan tanaman, petani masih harus memastikan tanaman yang sudah ditanam tidak rusak sebelum waktunya dipanen.
Karena itu, pendampingan di lapangan menjadi penting ketika petani menghadapi kendala yang membutuhkan penanganan bersama.
Bagi warga Karangrejo, harapannya sederhana: tanaman padi tetap tumbuh, gangguan hama dapat dikendalikan, dan kerja panjang di sawah berujung pada hasil panen yang layak.
Sebab bagi petani, setiap bulir padi yang berhasil diselamatkan berarti menjaga bukan hanya tanaman di sawah, tetapi juga harapan ekonomi keluarga yang menunggu di balik musim panen.










Komentar