Menuju Gerbang Bhayangkara: 560 Peserta Seleksi Polri di Jabar Bertarung di Tahap Penentu

Min.co.id | Bandung – Ratusan putra-putri terbaik Jawa Barat kini berada di ambang gerbang pengabdian sebagai anggota Polri. Setelah melewati serangkaian seleksi yang panjang dan ketat, sebanyak 560 peserta rekrutmen proaktif Polri Tahun Anggaran 2026 masih bertahan dan tengah menghadapi tahapan krusial, yakni Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II.

Di balik seragam olahraga dan wajah-wajah penuh harap itu, tersimpan mimpi besar untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Namun, hanya mereka yang benar-benar memenuhi seluruh standar yang akan melangkah ke tahap akhir seleksi.

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menegaskan komitmennya untuk menjaga proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan kualitas diri masing-masing.

Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa hingga memasuki tahapan Rikkes II, jumlah peserta yang masih bertahan mencapai 560 orang.

“Jumlah peserta yang mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Tahap II sebanyak 560 orang, terdiri dari 497 pria dan 63 wanita,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 peserta mengikuti seleksi calon Taruna dan Taruni Akpol, terdiri dari 49 pria dan 4 wanita. Sementara untuk jalur Bintara Polri terdapat 428 peserta, yakni 369 pria dan 59 wanita. Sedangkan jalur Tamtama Polri diikuti 79 peserta yang seluruhnya laki-laki.

Sementara itu, Karo SDM Polda Jabar, Fadly Samad, menjelaskan bahwa sistem seleksi dilakukan secara objektif melalui mekanisme gugur berdasarkan standar kelayakan yang telah ditetapkan.

Pada tahapan Rikkes II jalur Akpol, tercatat satu peserta pria dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Menurut Fadly, perjalanan para peserta belum berakhir. Setelah Rikkes II, mereka masih harus melewati sejumlah tahapan penting sebelum menghadapi sidang kelulusan akhir.

“Untuk jalur Akpol, setelah Rikkes II peserta akan mengikuti Penelusuran Mental Kepribadian (PMK), Tes Psikologi Tahap II, dan Pemeriksaan Administrasi Akhir. Sedangkan jalur Bintara dan Tamtama masih harus mengikuti Kesamaptaan Jasmani, PMK, Psikologi Tahap II, Rikmin Akhir, hingga Supervisi Panitia Pusat,” jelasnya.

Tahapan-tahapan tersebut menjadi ujian terakhir untuk memastikan bahwa calon anggota Polri yang terpilih nantinya tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki mental, integritas, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan institusi kepolisian modern.

Polda Jabar juga telah menetapkan jadwal sidang terbuka kelulusan akhir tingkat Panitia Daerah (Panda). Untuk jalur Akpol, sidang akhir akan dilaksanakan pada 26 Juni 2026. Sedangkan jalur Bintara dan Tamtama dijadwalkan pada 3 Juli 2026.

Menjelang fase penentuan tersebut, Kabid Humas Polda Jabar kembali mengingatkan seluruh peserta dan keluarga agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku dapat meloloskan peserta dengan cara instan.

“Polda Jabar berkomitmen penuh menjaga integritas proses seleksi ini agar berjalan adil dan tanpa intervensi. Kami mengingatkan kepada seluruh peserta dan orang tua untuk percaya pada kemampuan diri sendiri serta tidak memercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan di luar prosedur resmi,” tegas Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan seleksi diawasi secara ketat oleh tim pengawas internal maupun eksternal guna memastikan prinsip transparansi dan akuntabilitas benar-benar terlaksana.

Bagi ratusan peserta yang masih bertahan, setiap tahapan bukan sekadar ujian, melainkan langkah menuju cita-cita besar mengabdi kepada bangsa dan negara. Di balik angka-angka seleksi itu, tersimpan perjuangan, doa keluarga, dan harapan untuk mengenakan seragam Bhayangkara dengan penuh kehormatan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed