Hanya Ada Satu Jalur: As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih dari Titipan dan Jalur Khusus

Min.co.id | Bandung – Di balik mimpi ribuan anak bangsa untuk mengenakan seragam Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), terdapat proses seleksi yang panjang, ketat, dan penuh persaingan.

Tahun ini, Polri kembali menegaskan bahwa jalan menuju Akpol hanya ditentukan oleh kemampuan, integritas, dan hasil seleksi yang objektif, bukan oleh koneksi, titipan, ataupun jalur istimewa.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Anwar, dalam pelaksanaan seleksi penerimaan Calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026.

Menurut Irjen Pol. Anwar, seluruh tahapan seleksi wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

“Saya instruksikan agar seluruh tahapan seleksi penerimaan wajib dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip BETAH. Melalui prinsip ini, proses rekrutmen harus berjalan secara objektif, jujur, adil, bebas dari KKN, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Anwar menegaskan bahwa penerimaan Akpol Tahun 2026 hanya membuka satu jalur resmi, yaitu jalur Reguler Nasional.

Tidak ada kuota khusus, jalur Mabes, jalur prestasi khusus, maupun jalur titipan dari pihak mana pun.

“Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara adil berdasarkan kemampuan murni,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tidak resmi.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, Mabes Polri juga mempublikasikan hasil terbaru sidang kelulusan menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II yang digelar pada 4 Juni 2026.

Dari total 2.959 peserta yang mengikuti tahapan tersebut, terdiri atas 2.716 pria dan 243 wanita, sebanyak 513 peserta dinyatakan lulus terpilih untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Jumlah tersebut terdiri dari 468 peserta pria dan 45 peserta wanita. Sementara 2.446 peserta lainnya belum berhasil melanjutkan perjuangan ke tahap berikutnya.

Bagi mereka yang lolos, perjalanan masih panjang. Para calon taruna dan taruni dijadwalkan tiba di Akpol Semarang pada 3 Juli 2026 untuk mengikuti seleksi tingkat pusat.

Di sana mereka akan menjalani serangkaian tes lanjutan mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, akademik, psikologi, wawancara, hingga sidang akhir tingkat Panitia Pusat (Panpus) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2026.

Tahapan tersebut menjadi proses akhir dalam menjaring calon perwira muda Polri yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi.

Irjen Pol. Anwar juga meminta seluruh jajaran kepolisian untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai mekanisme rekrutmen yang benar agar tidak ada lagi korban penipuan yang mengatasnamakan proses seleksi Polri.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban penipuan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pola rekrutmen yang transparan dan akuntabel saat ini telah mendapatkan pengawasan dari berbagai lembaga eksternal, termasuk Komisi Kepolisian Nasional, Ombudsman Republik Indonesia, kalangan LSM, serta tim pengawas rekrutmen Polri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, turut menyampaikan pesan motivasi bagi peserta yang belum berhasil lolos ke tahapan berikutnya.

Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan. Banyak anggota Polri yang berhasil lolos setelah mencoba lebih dari satu kali.

“Luar biasa adik-adik telah berjuang sampai tahap ini. Yang perlu diperbaiki adalah kesiapan latihan dan kesiapan menjadi yang terbaik. Banyak contoh peserta yang baru berhasil setelah dua atau tiga kali mencoba. Tetap semangat menggapai cita-cita melalui jalur pengabdian sebagai anggota Polri,” ungkapnya.

Di balik angka-angka seleksi tersebut tersimpan ribuan harapan, kerja keras, dan doa keluarga. Bagi para peserta yang masih bertahan, setiap tahapan adalah ujian menuju pengabdian. Sedangkan bagi yang belum berhasil, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk kembali bangkit dan mencoba di kesempatan berikutnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed