Min.co.id | Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menjadi panggung penting bagi kalangan buruh untuk menyuarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara langsung kepada pemerintah.
Di hadapan ribuan buruh dan Prabowo Subianto, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Eli Rosita Silaban, menyampaikan sederet tuntutan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak pekerja Indonesia saat ini.
Dalam orasinya, Eli terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden RI dalam peringatan May Day 2026. Menurutnya, kehadiran kepala negara di tengah massa buruh menunjukkan perhatian dan keberpihakan terhadap kaum pekerja.
“Terima kasih karena Bapak telah hadir bersama buruh dalam peringatan Hari Buruh,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Eli bahkan menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang presidennya turut merayakan Hari Buruh bersama pekerja, bersama Venezuela dan Bolivia. Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan ribuan buruh yang memadati kawasan Monas sejak pagi hari.
Dalam kesempatan tersebut, KSBSI menyoroti sejumlah isu utama yang selama ini menjadi perhatian kalangan pekerja. Salah satunya adalah dorongan agar pemerintah segera meratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang perlindungan pekerja sektor perikanan.
Selain itu, KSBSI juga meminta pembaruan regulasi ketenagakerjaan, khususnya terkait sistem kerja kontrak, pengupahan, dan praktik outsourcing yang dinilai masih menyisakan banyak persoalan bagi pekerja.
Tak hanya itu, Eli turut mendorong ratifikasi Konvensi ILO 190 mengenai penghapusan kekerasan di tempat kerja sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja, terutama perempuan.
Perhatian juga diarahkan kepada pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online yang dinilai membutuhkan regulasi lebih jelas terkait perlindungan kerja dan kesejahteraan.
“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap perlindungan pekerja secara menyeluruh,” kata Eli.
Selain isu perlindungan kerja, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi sorotan penting dalam orasi tersebut. KSBSI menilai penguatan standar keselamatan kerja harus menjadi prioritas agar pekerja mendapatkan perlindungan maksimal di lingkungan kerja.
May Day 2026 di Monas sendiri dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum ini menjadi ruang terbuka bagi serikat pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah dengan harapan lahir kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada kesejahteraan buruh.
Di tengah suasana yang berlangsung tertib dan kondusif, peringatan Hari Buruh tahun ini memperlihatkan wajah baru perjuangan pekerja Indonesia yang lebih dialogis, namun tetap lantang menyuarakan hak-hak buruh.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Infopublik – diolah Redaksi










Komentar