Keluhan Kekurangan Guru Ditindaklanjuti, Disdik Indramayu Kirim Tiga Guru Pengganti

Min.co.id | Indramayu – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di UPTD SDN 1 Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, kini kembali berjalan lebih tertata setelah sekolah tersebut menerima tiga guru pengganti.

Penambahan tenaga pendidik ini mengakhiri sementara persoalan kekurangan guru yang sebelumnya membuat seorang guru harus menangani dua kelas sekaligus.

Kepala UPTD SDN 1 Kendayakan, Wastiah, S.Pd.I., membenarkan bahwa tiga guru telah ditugaskan untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik setelah tiga guru berstatus ASN sebelumnya dimutasi.

Saat ditemui pada Kamis (5/11/2026), Wastiah menyampaikan bahwa ketiga guru pengganti tersebut mulai bertugas pada Sabtu (31/10/2026). Penugasan itu terealisasi hanya beberapa hari setelah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu bersama jajarannya berkunjung ke sekolah tersebut.

“Alhamdulillah kami kedatangan lagi tiga orang guru sebagai pengganti yang sudah mutasi,” kata Wastiah.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pihak sekolah mendapat informasi bahwa penambahan tenaga pendidik kemungkinan sekitar dua orang dalam waktu satu minggu. Namun, realisasinya justru lebih cepat dengan jumlah tiga guru.

“Pak Kadis ke sini kalau tidak salah hari Rabu atau Kamis. Menjanjikan dalam satu minggu ke depan akan ada penggantinya. Belum satu minggu, dua hari gercep, tiga orang sudah ditugaskan ke sini,” ujarnya.

Bagi sekolah, kehadiran tiga guru tersebut bukan sekadar penambahan personel. Pembagian tugas mengajar kini dapat kembali diatur sehingga setiap kelas memiliki guru yang menangani proses pembelajaran.

Sebelumnya, setelah tiga guru dimutasi dan sejumlah tenaga honorer mengundurkan diri, sekolah harus menyesuaikan pembagian tugas dengan jumlah tenaga pengajar yang tersedia. Salah seorang guru bahkan sempat menangani dua kelas.

Wastiah menjelaskan, meskipun mengalami keterbatasan tenaga pendidik, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berlangsung. Hanya saja, beban guru menjadi lebih berat dan kondisi pembelajaran sempat tidak optimal selama satu hari.

“Setidaknya anak-anak, kondusivitas bertambah, kegiatan kembali berjalan karena masing-masing kelas sudah terisi,” tuturnya.

Kini, aktivitas belajar kembali berjalan seperti biasa. Saat kunjungan dilakukan, para siswa terlihat mengikuti kegiatan pembelajaran olahraga, sementara kelas-kelas telah kembali memiliki guru yang menangani kegiatan belajar.

Wastiah menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., atas respons terhadap kebutuhan tenaga pendidik di sekolahnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Camat Terisi, Boy Billy Prima, S.STP., yang telah berkunjung dan melihat langsung kondisi serta perkembangan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih, terutama kepada Bapak Kadis, Bapak H. Caridin, atas respons cepat dalam mengatasi masalah kekurangan guru di sini. Terima kasih juga kepada Bapak Camat, Pak Boy, yang sudah berkunjung dan melihat langsung perkembangan kondisi KBM di sini,” ungkapnya.

Penambahan tiga guru menjadi langkah penting untuk mengembalikan pembagian tugas mengajar agar lebih proporsional. Namun, pemenuhan tenaga pendidik tetap perlu memperhatikan kebutuhan sekolah secara berkelanjutan.

Sebab, yang paling berkepentingan dari terpenuhinya tenaga pengajar bukan hanya pihak sekolah, melainkan para siswa yang berhak mendapatkan proses pembelajaran secara optimal, tanpa harus terdampak oleh keterbatasan jumlah guru. (WH)

Komentar

News Feed