Min.co.id | Kediri – Industri tenun ikat di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya lokal, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Salah satunya Tenun Ikat Kodok Ngorek 2 yang hingga kini mampu mempekerjakan 25 karyawan.
Keberlangsungan usaha yang telah berdiri lebih dari lima dekade itu menarik perhatian Polres Kediri Kota. Melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), jajaran Polres Kediri Kota mengunjungi sentra industri Tenun Ikat Kodok Ngorek 2, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi bersama Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, serta sejumlah personel.
Rombongan disambut pemilik usaha, Sholehudin dan Eko Harianto. Dalam kesempatan itu, polisi melihat langsung proses produksi kain tenun ikat sekaligus berdialog mengenai perjalanan dan perkembangan usaha tersebut.
Tenun Ikat Kodok Ngorek 2 dirintis almarhum M. Ghufron pada 1970. Kini, usaha tersebut diteruskan generasi kedua, Sholehudin, dengan tetap mempertahankan keterampilan dan tradisi pembuatan kain tenun ikat.
Di tengah perkembangan zaman, usaha tersebut mampu bertahan dan tetap memberikan lapangan pekerjaan bagi 25 karyawan. Keberadaannya menjadi bukti bahwa industri kerajinan tradisional memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Melalui program Poliran, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha, khususnya UMKM dan industri rumahan. Kepolisian juga ingin mengenal lebih dekat aktivitas ekonomi masyarakat serta mengetahui peluang dan tantangan yang dihadapi para pelaku usaha.
Selain mendukung keberlangsungan usaha lokal, komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan usaha yang aman dan kondusif.
Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama. Seluruh rangkaian kunjungan berakhir sekitar pukul 08.45 WIB.
Melalui Poliran, Polres Kediri Kota ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun kepedulian terhadap persoalan sosial, termasuk pengangguran dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penulis: Chandra
Editor: Redaksi
Sumber: Humas Polres Kediri Kota, Diolah Redaksi







Komentar