Min.co.id | Ciamis — Sekolah seharusnya menjadi tempat anak-anak belajar, berteman, dan tumbuh tanpa rasa takut. Namun, perundungan, ketidakdisiplinan berlalu lintas, hingga penggunaan teknologi digital yang tidak bijak menjadi persoalan yang perlu dikenalkan kepada anak sejak dini.
Berangkat dari kepedulian tersebut, Polres Ciamis menerima kunjungan siswa-siswi MIS Nurul Amal, Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, di Markas Komando Polres Ciamis, Kamis (29/10/2026). Selama satu jam, mulai pukul 08.30 hingga 09.30 WIB, para siswa mendapatkan edukasi tentang pencegahan bullying, keselamatan berlalu lintas, serta penggunaan gadget dan permainan daring secara bijak.
Kegiatan ini melibatkan personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) bersama Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Ciamis. Edukasi tersebut merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan yang mendorong kepolisian ikut berperan dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Salah satu materi yang disampaikan adalah pencegahan perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari. Para siswa dikenalkan pada pengertian bullying, dampaknya bagi korban dan pelaku, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Anak-anak juga diingatkan agar tidak menganggap tindakan mengejek, merendahkan, atau menyakiti teman sebagai hal biasa. Perilaku yang melukai orang lain dapat meninggalkan dampak dan membuat lingkungan pertemanan tidak lagi terasa aman.
Karena itu, keberanian untuk melapor menjadi bagian penting dari edukasi tersebut. Siswa yang mengalami atau menyaksikan perundungan didorong untuk menyampaikan kejadian kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang.
Pesan ini menempatkan perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama. Sekolah dan keluarga perlu menjadi tempat yang membuat anak merasa aman untuk bercerita, terutama ketika menghadapi masalah yang tidak sanggup diselesaikan sendiri.
Selain membahas perundungan, personel Sat Lantas memberikan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas. Materinya mencakup pengenalan surat izin mengemudi (SIM), kelengkapan berkendara, jenis pelanggaran beserta sanksinya, serta faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.
Pengenalan aturan sejak usia sekolah diharapkan membantu anak memahami bahwa keselamatan di jalan tidak boleh dianggap sepele. Pengetahuan tersebut juga dapat menjadi bekal ketika mereka berjalan kaki, bersepeda, atau menjadi penumpang kendaraan bersama keluarga.
Edukasi keselamatan akan lebih efektif apabila dibarengi keteladanan orang dewasa. Kebiasaan menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu, dan tidak berkendara secara ugal-ugalan perlu diperlihatkan secara konsisten oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.
Di tengah keseharian anak yang semakin dekat dengan teknologi, para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan gadget dan game online secara bijak.
Petugas mengingatkan bahwa teknologi dapat memberikan manfaat apabila digunakan dengan tepat, tetapi juga memiliki risiko ketika penggunaannya tidak terkontrol. Perhatian khusus diberikan pada bahaya judi online yang berpotensi merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sosial.
Edukasi ini menjadi pengingat bahwa pendampingan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan melarang. Anak juga perlu memahami risiko, mengenali aktivitas yang berbahaya, serta berani meminta bantuan orang dewasa ketika menemukan sesuatu yang mencurigakan atau merugikan.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas IPTU Marsidi, S.H., M.M., menyampaikan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya membangun karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak baik, dan taat aturan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar agar saling menghormati, tidak melakukan perundungan, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang tua apabila menemukan tindakan yang merugikan teman-temannya. Kami juga mengajak para siswa untuk tertib berlalu lintas dan menggunakan gadget secara bijak, serta menjauhi segala bentuk judi online,” ujar Marsidi.
Kegiatan yang berlangsung aman, lancar, dan kondusif tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara kepolisian, sekolah, dan keluarga dalam mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan pertemanan, jalan raya, maupun dunia digital.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Ciamis berharap para siswa semakin memahami pentingnya menghormati teman, menolak perundungan, mematuhi aturan lalu lintas, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Edukasi ini diharapkan tidak berhenti setelah kunjungan berakhir, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui dukungan guru dan orang tua.
Sebab, melindungi anak bukan hanya tentang menjauhkan mereka dari bahaya. Lebih dari itu, anak perlu dibekali pengetahuan, keberanian untuk meminta pertolongan, serta lingkungan yang membuat mereka merasa aman untuk belajar dan tumbuh.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi Min.co.id










Komentar