Min.co.id | Majalengka — Tiga hari berada di tengah alam membuat para pelajar SMAN 1 Jatitujuh tidak hanya berhadapan dengan tenda, api unggun dan kegiatan lapangan. Mereka juga diajak melihat sesuatu yang lebih dekat dengan masa depan: bagaimana berorganisasi, membaca potensi desa, mengenal dunia pertanian hingga belajar bekerja sama ketika menghadapi tantangan.
Pengalaman itu dirasakan peserta didik dalam Perkemahan Pengukuhan Calon Penegak Ambalan Ki Bagus Rangin dan Nyi Wulung Ayu yang digelar Gugusdepan 24.067–24.068 Pangkalan SMAN 1 Jatitujuh di Bumi Perkemahan Situ Ciranca, Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat, 30 September-2 Oktober 2026.
Bagi peserta, perkemahan tersebut bukan sekadar berpindah dari ruang kelas ke kawasan terbuka. Berbagai kegiatan dirancang untuk memberi pengalaman langsung yang sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Pada Kamis (1/10/2026), misalnya, peserta mendapat materi mengenai POLMEKBIN atau Pola Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega yang disampaikan Nurtian Kamil Aqilla Ramadhan dari Dewan Kerja Cabang (DKC) Majalengka.
Materi itu memperkenalkan peserta pada bagaimana seorang anggota Pramuka Penegak dibentuk melalui proses pembinaan, organisasi dan tanggung jawab. Mereka tidak hanya ditempatkan sebagai peserta kegiatan, tetapi didorong untuk memahami peran dan tanggung jawab dalam sebuah organisasi.
Pelajaran lain datang dari lingkungan sekitar lokasi perkemahan.
BUMDes Desa Teja mengenalkan potensi desa dan peluang pengembangannya. Bagi para pelajar, materi tersebut menjadi cara lain untuk melihat desa bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan potensi ekonomi dan wisata.
Desa Teja sendiri memiliki potensi wisata yang kemudian dijadikan bagian dari pembelajaran selama perkemahan. Peserta diajak mengenali lingkungan sekitar dan melihat bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan.
Dunia pertanian pun ikut diperkenalkan.
Deden Purbaya, seorang Petani Milenial, memberikan materi budidaya Anggur Brazil sekaligus membuka perspektif peserta bahwa pertanian tidak selalu identik dengan pekerjaan orang tua di desa.
Pertanian, jika dikelola dengan pengetahuan dan kreativitas, juga dapat menjadi pilihan bagi generasi muda.
Ketua Pelaksana H. Udin Misbahudin mengatakan pengalaman yang diberikan selama perkemahan diharapkan membantu peserta mempersiapkan diri menuju jenjang Penegak.
“Selain bertujuan untuk membentuk karakter dan kemandirian, kegiatan ini juga memberikan pengalaman serta wawasan baru kepada peserta bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan di lapangan,” kata Udin, Minggu (4/10/2026).
Pengalaman itu kemudian diuji melalui berbagai kegiatan. Peserta mengikuti lomba PBB, pionering, pentas seni, karnaval, semaphore dance hingga penjelajahan menuju Bukit Samphora.
Di setiap kegiatan, peserta dituntut mengandalkan kerja sama. Ada tantangan yang harus diselesaikan bersama, kreativitas yang harus ditampilkan, sekaligus kedisiplinan yang harus dijaga.
Saat malam tiba, suasana perkemahan berubah. Api unggun, renungan dan pengukuhan calon Penegak menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum ditutup dengan Colour Fun.
Ketua DKC Kwarcab Pramuka Kabupaten Majalengka Zaki Azhar Zaidan mengatakan pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti ketika peserta meninggalkan lokasi perkemahan.
“Pramuka bukan hanya tentang tepuk tangan dan bernyanyi, tetapi juga tentang membangun karakter, mengembangkan keterampilan, mengenal potensi lingkungan, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Zaki.
Dari Situ Ciranca, para pelajar itu akhirnya kembali membawa lebih dari sekadar pengalaman berkemah. Mereka mendapat kesempatan mengenal organisasi, lingkungan, potensi desa dan pertanian empat hal yang mungkin suatu hari menjadi bagian dari pilihan hidup mereka.
Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Kwarcab Pramuka Kabupaten Majalengka,Diolah Redaksi










Komentar