Kembali ke Tirtamaya Setelah 37 Tahun, Iwan Menemukan Kenangan dan Harapan untuk Pantai Indramayu

Min.co.id | Indramayu — Suara ombak dan angin laut menyambut Iwan (46) saat kembali menginjakkan kaki di Pantai Tirtamaya, Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (27/9/2026).

Namun, kunjungan akhir pekan kali ini bukan sekadar liburan keluarga. Pantai itu membawanya kembali pada kenangan masa kecil, saat ia pertama kali datang sekitar usia delapan tahun.

“Kalau tidak salah, pertama kali ke sini waktu umur delapan tahun, sekitar tahun 1989,” ujar Iwan saat ditemui di kawasan pantai.

Kini, puluhan tahun setelah kunjungan pertamanya, Iwan kembali bersama keluarga. Dulu ia datang sebagai anak yang menikmati liburan; sekarang ia membawa keluarganya untuk merasakan suasana pantai yang pernah menjadi bagian dari masa kecilnya.

“Sekarang datang sama keluarga, sekalian liburan. Menikmati suasana pantai,” tuturnya.

Kisah Iwan menunjukkan bahwa bagi sebagian warga, Tirtamaya bukan hanya tempat rekreasi. Pantai ini juga menyimpan kenangan lintas generasi. Tetapi agar pengunjung punya alasan untuk terus kembali, pengalaman berwisata hari ini perlu ditopang fasilitas yang terawat, pelayanan yang baik, kebersihan, dan keselamatan.

Fasilitas untuk Liburan Keluarga

Di kawasan wisata Tirtamaya, pengunjung dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas, di antaranya gazebo, musala dan toilet. Untuk anak-anak, tersedia wahana permainan air berupa perahu berbentuk bebek, serta area bermain dengan perosotan dan ayunan.

Yana, salah seorang pekerja atau pengelola Pantai Tirtamaya, mengatakan wahana perahu yang sebelumnya dapat digunakan untuk berkeliling pantai kini tidak beroperasi secara rutin. Penggunaannya bergantung pada ketersediaan pihak yang menyewakan atau mengelola wahana tersebut.

Menurut Yana, penyediaan permainan anak juga menyesuaikan kebutuhan pengunjung yang datang bersama keluarga.

“Kadang ada komunitas odong-odong yang datang. Mereka meminta ada permainan untuk anak-anak, jadi kita sediakan,” ungkapnya.

Keberadaan fasilitas keluarga menjadi salah satu bagian dari pengalaman wisata. Bagi orang tua, tempat bermain anak, toilet, musala, dan area berteduh dapat memengaruhi kenyamanan saat menghabiskan waktu di pantai.

Tarif Tiket Berbeda pada Akhir Pekan

Pantai Tirtamaya buka setiap hari dengan tarif masuk yang berbeda antara hari biasa dan akhir pekan.

Pada hari biasa atau weekday, tiket masuk untuk pengunjung dewasa sebesar Rp10.000, sedangkan anak-anak Rp5.000. Sementara pada akhir pekan atau weekend, tarifnya Rp12.000 untuk dewasa dan Rp6.000 untuk anak-anak.

Dengan tarif tersebut, pengunjung dapat memasuki kawasan wisata dan menikmati fasilitas yang tersedia. Informasi mengenai biaya tambahan untuk wahana tertentu dapat ditanyakan langsung kepada pengelola di lokasi.

Pengelolaan dan Tantangan Pengembangan

Pantai Tirtamaya berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Indramayu. Dalam perjalanan pengelolaannya, destinasi wisata ini pernah dikelola pihak ketiga selama beberapa tahun, sebelum kembali berada di bawah pengelolaan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu.

“Pernah di pihak ketiga. Beberapa tahun, kemudian sekarang Pemda lagi,” kata Yana.

Ia menyebut, ke depan tidak menutup kemungkinan pengelolaan kembali melibatkan pihak ketiga.

Skema pengelolaan menjadi salah satu hal yang dapat menentukan arah pengembangan Tirtamaya. Di tengah banyaknya pilihan rekreasi, daya tarik pantai tidak hanya bergantung pada pemandangan alam, tetapi juga pada bagaimana pengunjung merasa nyaman, aman, dan ingin kembali.

Perawatan fasilitas, kebersihan kawasan, pelayanan, penataan lingkungan, serta inovasi wahana keluarga merupakan sejumlah aspek yang dapat terus diperhatikan. Promosi yang kreatif juga berpeluang memperkenalkan kembali Tirtamaya kepada masyarakat, termasuk generasi muda yang mungkin belum memiliki kenangan seperti yang dirasakan Iwan.

Keselamatan Jadi Bagian dari Pengalaman Wisata

Berlibur di pantai juga berarti perlu memperhatikan keselamatan, terutama bagi pengunjung yang beraktivitas di sekitar perairan.

Yana mengatakan, terdapat petugas penjaga pantai (lifeguard) dan tim Search and Rescue (SAR) untuk mendukung keselamatan pengunjung. Menurutnya, salah seorang personel telah mengikuti pelatihan Basarnas dan memiliki sertifikasi.

“Ada petugas penjaga pantai dan tim SAR kita ada satu orang yang sudah ikut pelatihan Basarnas,” ujarnya.

Keberadaan petugas keselamatan menjadi unsur penting di kawasan wisata pantai. Informasi yang jelas bagi pengunjung, pengawasan di area rawan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas juga dapat membantu mengurangi risiko saat berwisata.

Kenangan Lama, Harapan Baru

Bagi Iwan, kembali ke Tirtamaya berarti menyambungkan masa kecil dengan kehidupan keluarganya saat ini. Namun, agar pantai ini tetap menjadi bagian dari cerita masyarakat Indramayu, kenangan saja tidak cukup.

Tantangannya adalah menjaga agar pengalaman berkunjung tetap menyenangkan dari waktu ke waktu. Pengelolaan yang baik, kolaborasi pemerintah dan pengelola, serta pembenahan yang konsisten dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali daya tarik Tirtamaya.

Bagi pengunjung seperti Iwan, harapannya sederhana: tempat yang pernah menyimpan kenangan masa kecilnya tetap bisa dinikmati oleh keluarganya, bahkan menjadi tempat generasi berikutnya menciptakan kenangan mereka sendiri.

Sebab, pantai yang membuat orang ingin kembali bukan hanya pantai yang menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga yang memberi pengalaman baik bagi pengunjung hari ini.

 

Penulis: Wiwin Hidayat                                                                                                                                                                                                                            Editor: Redaksi Min.co.id                                                                                                                                                                                                            Sumber: Peliputan dan wawancara langsung

Komentar

News Feed