Min.co.id | Indramayu – Berawal dari kegemaran anaknya berenang, Tono, warga Desa Wirakanan Blok Kemped, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, memanfaatkan lahan kosong milik orang tuanya menjadi sebuah kolam renang sederhana yang kini ramai dikunjungi warga.
Kolam Renang Chantika mulai dibangun sejak tahun 2017 di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi. Tempat tersebut awalnya dibuat sebagai sarana sederhana untuk mendukung hobi sang anak, sebelum akhirnya berkembang menjadi tempat rekreasi keluarga dan olahraga masyarakat sekitar.
“Awalnya karena anak suka renang. Dari situ saya berpikir mencoba membuat kolam renang sendiri di lahan kosong milik orang tua,” ujar Tono.
Meski masih dirintis secara bertahap, Kolam Renang Chantika kini cukup dikenal masyarakat Kecamatan Kandanghaur dan sekitarnya, terutama sebagai tempat bermain dan belajar renang bagi anak-anak.
Selain digunakan masyarakat umum, kolam renang tersebut juga kerap dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga dan latihan renang anak-anak sekolah.
Suasana paling ramai biasanya terjadi pada hari Minggu dan hari libur. Dengan harga tiket masuk Rp10 ribu, tempat tersebut dinilai cukup terjangkau bagi masyarakat.
“Kalau di tempat lain sekitar Rp12 ribu sampai Rp15 ribu, di sini cukup Rp10 ribu,” kata Tono.
Untuk menambah kenyamanan pengunjung, Kolam Renang Chantika juga dilengkapi permainan mandi bola yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.
Kini, Kolam Renang Chantika menjadi salah satu tempat olahraga dan rekreasi sederhana yang diminati warga di wilayah Kecamatan Kandanghaur dan sekitarnya.
Tono berharap tempat usaha yang dirintisnya itu dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang ingin belajar berenang tanpa harus pergi jauh ke luar daerah.
Penulis: AAde Nur
Editor: Redaksi
Sumber: Tono, Pemilik Kolam Renang Chantika









Komentar