Pasar Malam Santing Dipadati Warga, Anak-Anak Bermain Pedagang Menanti Rezeki

Min.co.id | Indramayu — Anak-anak menggandeng tangan orang tuanya menyusuri kerumunan, sesekali menunjuk wahana yang ingin mereka coba. Di sekelilingnya, lampu warna-warni berkelap-kelip, suara musik bersahutan dengan riuh pengunjung, sementara pedagang makanan dan jajanan menata dagangan sambil menunggu warga berhenti di lapaknya.

Sabtu malam itu, Lapangan Desa Santing, Kecamatan Losarang, Indramayu, tak lagi sekadar lapangan desa. Tempat tersebut berubah menjadi ruang hiburan warga yang datang bersama keluarga untuk bermain, menikmati suasana malam, sekaligus mencari hiburan tanpa harus pergi jauh.

Bagi sebagian keluarga, pasar malam menjadi kesempatan sederhana untuk membawa anak keluar rumah. Bagi pedagang lokal, keramaian itu menghadirkan harapan lain: ada lebih banyak orang yang datang, lebih banyak dagangan yang dilihat, dan peluang menambah penghasilan.

Pasar malam yang menghadirkan wahana hiburan Athar Ria asal Desa Lelea, Kecamatan Lelea, tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar tiga minggu hingga satu bulan.

Berbagai wahana tersedia bagi pengunjung. Komedi putar menjadi salah satu pilihan keluarga, sedangkan kora-kora dan ombak banyu menawarkan sensasi bagi pengunjung yang menyukai tantangan.

Ada pula beca angkasa yang memberikan pengalaman menikmati suasana dari ketinggian.Untuk anak-anak, tersedia mandi bola, istana balon, trampolin dan sejumlah permainan lainnya.

Namun keramaian tidak hanya berpusat pada wahana permainan. Di sekitar lapangan, pedagang makanan, jajanan, kuliner tradisional dan berbagai kebutuhan ringan ikut mengambil tempat.

Setiap kerumunan pengunjung menjadi peluang bagi pedagang untuk menawarkan dagangannya.

Hiburan Sekaligus Perputaran Ekonomi

Kasi Pelayanan Desa Santing, Topik Khurokman, mengatakan pemerintah desa memfasilitasi pasar malam tersebut bukan hanya untuk memberikan hiburan kepada warga.

Menurut Topik, aktivitas yang muncul selama pasar malam berlangsung juga diharapkan memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kami memfasilitasi penyelenggaraan hiburan pasar malam ini. Selain untuk hiburan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi upaya mendukung perputaran ekonomi masyarakat Santing,” kata Topik kepada Min.co.id.

Ia menjelaskan, pedagang asongan dan pelaku UMKM dari Desa Santing dapat memanfaatkan ramainya pengunjung untuk menawarkan dagangan mereka.

Menurut Topik, semakin banyak masyarakat yang datang, semakin terbuka pula kesempatan pedagang mendapatkan pembeli dan memperoleh tambahan pendapatan.

“Harapannya, dengan adanya pasar malam ini, masyarakat Desa Santing dan sekitarnya bisa mendapatkan hiburan. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi, terutama bagi pedagang dan UMKM setempat,” ujarnya.

Berlangsung Tiga Minggu hingga Sebulan

Pasar malam Athar Ria tersebut direncanakan berlangsung sekitar tiga minggu hingga satu bulan di Lapangan Desa Santing. Selama periode itu, warga Desa Santing dan masyarakat dari wilayah sekitar dapat menikmati berbagai wahana yang tersedia.

Topik berharap kegiatan tersebut berjalan sesuai tujuan hingga selesai. “Semoga kegiatan pasar malam ini dapat berjalan sesuai tujuannya, sukses dari awal hingga akhir, serta tanpa kendala ataupun ekses,” katanya.

Bagi anak-anak, pasar malam mungkin hanya tentang lampu yang berkelap-kelip, wahana yang ingin dinaiki dan permainan yang membuat mereka betah.tapi untuk orang tua, keramaian tersebut menjadi kesempatan menikmati waktu bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh.

Sementara bagi pedagang, setiap pengunjung yang datang membawa harapan sederhana  ada dagangan yang terjual dan ada tambahan penghasilan yang bisa dibawa pulang.

Di tengah riuh suara permainan dan langkah warga yang datang silih berganti, pasar malam di Santing akhirnya memiliki cerita yang lebih luas dari sekadar hiburan. Ada keluarga yang mencari kegembiraan, anak-anak yang menemukan ruang bermain, dan pedagang lokal yang berharap keramaian malam itu ikut menghidupkan dapurnya. (Wiwin Hidayat)

Komentar

News Feed