Situ Bolang Menanti Sentuhan Perubahan, Warga Berharap Ikon Wisata Alam Indramayu Kembali Bersinar

Min.co.id | Indramayu – Di balik hamparan air yang masih membentang dan pepohonan yang mengelilinginya, Situ Bolang menyimpan banyak kenangan bagi masyarakat Indramayu.

Dahulu, kawasan yang memiliki luas sekitar 90 hektare itu menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk berekreasi, berkumpul bersama keluarga, hingga menikmati keindahan alam. Namun kini, pesona itu perlahan memudar. Situ Bolang terlihat sepi, kurang terawat, dan menunggu hadirnya sentuhan nyata untuk mengembalikan kejayaannya.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi kawasan Situ Bolang saat ini dipenuhi rumput liar dan tumpukan sampah di sejumlah titik. Aktivitas yang masih berlangsung hanya sebatas kegiatan perkemahan, reuni, atau acara tertentu. Padahal, potensi yang dimiliki situ tersebut dinilai sangat besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata alam unggulan sekaligus penopang ekonomi masyarakat sekitar.

Salah seorang warga yang tinggal tepat di depan kawasan Situ Bolang, Satiah, mengaku sedih melihat kondisi situ yang semakin memprihatinkan. Ia masih mengingat bagaimana dulu kawasan itu ramai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

“Dulu Situ Bolang ramai dikunjungi masyarakat. Sekarang pengunjung sangat sedikit, hanya sesekali ada kegiatan kemah atau reuni, padahal potensinya sangat besar kalau dikelola dengan baik,” ujar Satiah.

Menurutnya, Situ Bolang memiliki nilai strategis, bukan hanya sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai sumber daya air yang penting bagi kehidupan masyarakat dan sektor pertanian. Dengan luas perairan yang masih cukup besar, kawasan ini dinilai sangat layak untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Satiah berharap pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan Situ Bolang agar tidak semakin rusak dan kehilangan fungsi ekologis maupun sosialnya. Ia menginginkan agar kawasan tersebut dapat ditetapkan dan dikelola secara resmi sebagai destinasi pariwisata sehingga pengembangannya lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kalau ditata dan dikelola dengan baik, Situ Bolang bisa menjadi salah satu kebanggaan daerah. Selain menjadi tempat wisata, keberadaannya juga sangat penting untuk mendukung kehidupan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepeduliannya, Satiah juga menyampaikan sejumlah usulan yang dinilai dapat menjadi langkah awal dalam upaya penyelamatan Situ Bolang. Salah satunya adalah melakukan pengerukan dasar situ yang saat ini mengalami pendangkalan cukup signifikan. Langkah tersebut dianggap penting agar kapasitas tampungan air dapat kembali optimal dan fungsi situ sebagai penyangga air tetap terjaga.

Selain itu, ia mengusulkan pembangunan senderan atau penguatan tebing di sepanjang tepian situ guna mencegah longsor dan pengikisan tanah. Penanaman pohon di kawasan sekitar situ juga dipandang perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi potensi erosi.

Hal lain yang menjadi perhatian warga adalah ketersediaan pasokan air. Selama ini, Situ Bolang hanya mengandalkan air hujan sehingga ketika musim kemarau tiba, debit air menurun drastis dan beberapa bagian situ berpotensi mengering. Karena itu, warga berharap ada sistem pengairan yang mampu memasok air secara berkelanjutan demi menjaga keberlangsungan ekosistem situ.

Lebih dari sekadar tempat wisata, Situ Bolang memiliki peran penting sebagai ruang terbuka hijau, kawasan konservasi air, dan pusat aktivitas masyarakat. Apabila dikelola secara optimal, keberadaannya diyakini dapat menciptakan peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kuliner, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar.

Di tengah harapan itu, warga mengajak pemerintah daerah dan Gubernur Jawa Barat untuk melihat langsung kondisi Situ Bolang saat ini. Mereka percaya, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kawasan yang pernah menjadi kebanggaan warga Indramayu itu dapat hidup kembali dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Warga berharap pemerintah daerah dan Bapak Gubernur Jawa Barat dapat melihat langsung kondisi Situ Bolang saat ini. Jika ditata dan dikelola dengan baik, situ ini tidak hanya bermanfaat bagi petani sebagai sumber air, tetapi juga berpotensi menjadi wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” pungkas Satiah penuh harap.

Kini, Situ Bolang seolah menunggu hadirnya kepedulian bersama. Di balik rerumputan liar dan sunyinya kawasan itu, tersimpan harapan besar agar warisan alam tersebut dapat kembali bersinar, menjadi ruang rekreasi, sumber kehidupan, sekaligus kebanggaan baru bagi masyarakat Indramayu.

Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi
Sumber: Hasil pantauan lapangan dan wawancara dengan warga sekitar Situ Bolang.

 

Komentar

News Feed