Hari Pertama MagangHub, Peserta Diminta Bereskan 4 Administrasi Penting

Min.co.id | Jakarta – Hari pertama mengikuti MagangHub bukan hanya soal datang ke tempat pemagangan. Peserta juga harus memastikan sejumlah administrasi penting sudah beres agar program berjalan tertib dan hak mereka selama mengikuti pemagangan dapat dipenuhi.

Pesan itu disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, saat memberikan arahan dalam orientasi peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Senin (21/9/2026).

Peserta diminta mengaktifkan akun SIAPKerja, melakukan presensi digital, serta rutin mengisi logbook dan laporan harian melalui platform MagangHub.

“Seluruh peserta pemagangan wajib mengaktifkan akun SIAPKerja, tertib melakukan presensi digital, serta rutin mengunggah logbook dan laporan harian di platform MagangHub,” ujar Darmawansyah.

Empat Hal yang Harus Diselesaikan

Kemnaker meminta peserta segera menyelesaikan empat hal pada hari pertama pemagangan.

Pertama, menandatangani perjanjian pemagangan resmi. Kedua, mendaftarkan nomor rekening pribadi untuk keperluan penyaluran uang saku.

Ketiga, peserta diminta menginstal aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) untuk aktivasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Keempat, bergabung dalam saluran komunikasi resmi WhatsApp MagangHub.

Saluran tersebut nantinya digunakan untuk menyampaikan informasi dan pembaruan selama program pemagangan berlangsung.

Dengan administrasi yang tertib sejak awal, peserta diharapkan tidak mengalami kendala dalam mengikuti rangkaian program maupun menerima hak yang telah ditetapkan.

Magang Tak Berhenti di Pengalaman Kerja

Selain pengalaman kerja, peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pemagangan juga akan mendapatkan fasilitasi sertifikasi kompetensi kerja.

Sertifikasi dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Peserta dapat mengakses proses sertifikasi melalui situs MagangHub, mulai dari pendaftaran, memilih LSP dan skema sertifikasi yang sesuai, hingga mengikuti uji kompetensi.

“Dengan adanya sertifikasi kompetensi kerja berlisensi BNSP ini, para peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman kerja praktis, tetapi juga mengantongi bukti kompetensi yang diakui untuk bersaing di pasar kerja global,” kata Darmawansyah.

Dengan demikian, rangkaian MagangHub tidak hanya diarahkan untuk memberi peserta pengalaman berada di lingkungan kerja, tetapi juga membangun rekam kompetensi yang dapat digunakan ketika mereka melangkah ke tahap berikutnya dalam mencari pekerjaan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed