MagangHub Buka Peluang bagi 70.000 Lulusan, Kemnaker Ajak Perusahaan Jadi Mitra

Min.co.id | Jakarta — Pengalaman kerja menjadi salah satu tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi saat memasuki dunia kerja.

Melalui Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (MagangHub) Batch 3 Tahun 2026, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya mempertemukan lulusan baru dengan perusahaan agar mereka memiliki kesempatan mengasah keterampilan langsung di lingkungan kerja.

Namun, peluang tersebut tidak hanya bergantung pada kesiapan para lulusan. Keterlibatan perusahaan sebagai mitra penyelenggara juga menentukan seberapa luas kesempatan pemagangan dapat dibuka.

Untuk mendorong partisipasi perusahaan, Kemnaker membuka layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran mitra MagangHub Batch 3 Angkatan II bagi perusahaan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Jumat (16/10/2026).

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk membantu perusahaan memahami proses pendaftaran sekaligus mengatasi kendala administrasi dan teknis pada sistem MagangHub.

Melalui layanan itu, perusahaan juga dapat berkonsultasi mengenai pendaftaran Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) serta meminta bantuan jika mengalami persoalan teknologi informasi.

“Kami ingin perusahaan memperoleh pendampingan sehingga proses pendaftaran dapat berjalan lebih mudah,” ujar Darmawansyah dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (15/10/2026).

Layanan konsultasi berlangsung selama satu hari, pukul 09.00–16.00 WIB, di Aula Gedung Vokasi, Jalan Gatot Subroto Kavling 44, Jakarta Selatan. Perusahaan yang ingin hadir diminta mengonfirmasi keikutsertaan melalui kode QR pada selebaran kegiatan.

Pada Batch 3, Kemnaker menyediakan kuota pemagangan bagi 70.000 peserta. Program ini ditujukan kepada lulusan sarjana, diploma, dan pendidikan profesi yang baru menyelesaikan pendidikan atau fresh graduate, dengan masa kelulusan paling lama satu tahun.

Selama enam bulan, peserta akan memperoleh pengalaman kerja sekaligus kesempatan mengenal budaya, tuntutan, dan kebutuhan dunia industri secara langsung. Pemerintah menanggung sejumlah komponen biaya sesuai ketentuan program, meliputi uang saku senilai upah minimum, iuran BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dukungan tersebut diharapkan membantu lulusan perguruan tinggi meningkatkan keterampilan dan kesiapan memasuki pasar kerja. Pengalaman selama pemagangan juga diharapkan menjadi bekal ketika mereka melamar pekerjaan maupun mengembangkan karier.

Di sisi lain, perusahaan yang bergabung sebagai mitra berpeluang mengenali talenta muda dari berbagai perguruan tinggi. Selain membantu menyiapkan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan, program ini dapat menjadi ruang bagi perusahaan untuk mendorong produktivitas dan inovasi.

Pendaftaran mitra penyelenggara MagangHub Batch 3 Angkatan II dibuka mulai 28 September hingga 22 Oktober 2026. Karena itu, perusahaan yang berminat diimbau segera melengkapi persyaratan dan mendaftarkan diri sebelum batas waktu berakhir.

Informasi mengenai program dan pendaftaran dapat diakses melalui platform resmi MagangHub Kemnaker atau situs Kementerian Ketenagakerjaan.

Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak cukup diukur dari besarnya kuota yang disediakan. Harapannya, keterlibatan perusahaan benar-benar membuka ruang belajar bagi lulusan baru, memperkuat kompetensi mereka, dan memperbesar peluang memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan dunia kerja.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, diolah Redaksi

Komentar

News Feed