Min.co.d | Indramayu — Suara musik dorong terdengar dari kejauhan, Selasa (18/8/2026). Warga Blok Plasah, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, mulai keluar dari rumah. Anak-anak berlarian mendekati jalan, sementara orang dewasa memilih berdiri di pinggir jalur untuk menyaksikan rombongan yang perlahan melintas.
Di tengah kerumunan itu, sosok Singa Depok dengan hiasan warna-warni menjadi pusat perhatian. Arak-arakan Singa Depok PUTRA PA’I MUDA (Wa Cici & Wa Madek) dari Cipedang Dasir tersebut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar warga Blok Plasah.
Sekitar pukul 13.50 WIB, suasana lingkungan yang biasanya berjalan seperti biasa berubah menjadi lebih ramai. Musik pengiring terus berbunyi ketika rombongan menyusuri jalan kampung, melewati rumah-rumah warga yang dihiasi bendera Merah Putih.
Bagi anak-anak, kedatangan rombongan itu seperti mendatangkan panggung hiburan langsung ke depan rumah. Mereka berebut posisi terbaik agar bisa melihat Singa Depok dan atraksi yang dibawa rombongan.
Bukan hanya Singa Depok yang menarik perhatian. Seekor kuda dengan perlengkapan warna-warni ikut dalam arak-arakan. Seorang anak tampak duduk di atas kuda, sementara orang dewasa mendampinginya sepanjang perjalanan.
Keriuhan semakin terasa setiap rombongan melewati kerumunan warga. Ada yang menyaksikan dari halaman rumah, ada pula yang sengaja keluar untuk melihat dari jarak lebih dekat. Beberapa anak bahkan ikut berjalan mengikuti rombongan.
Di tengah suasana itu, Popy, salah seorang warga, melihat kegembiraan anaknya yang mendapat kesempatan menaiki Singa Depok.
Bagi Popy, kemeriahan seperti itu bukan sekadar hiburan. Setelah menjalani rutinitas sehari-hari, warga memiliki kesempatan untuk berkumpul dan menikmati suasana perayaan bersama.
“Senang ada acara seperti ini, anak saya juga senang bisa ikut naik Singa Depok. Suasananya ramai dan menghibur, semoga tahun depan bisa diadakan lagi,” ujar Popy.
Di balik meriahnya arak-arakan, ada kerja warga yang memastikan kegiatan tetap berjalan tertib. Ketua panitia, Roynaldi, mengatakan dirinya bersyukur acara dapat terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah acara bisa berjalan, kami berharap sampai selesai nanti tetap aman, tertib dan kondusif. Semoga tahun depan bisa dilaksanakan lagi,” kata Roynaldi.
Menurut Roynaldi, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara warga menikmati momentum kemerdekaan. Tidak hanya menghadirkan hiburan, arak-arakan juga membuka ruang bagi warga untuk bertemu, berbincang, dan menikmati perayaan bersama.
Pemandangan sepanjang jalur arak-arakan memperlihatkan bagaimana sebuah hiburan sederhana mampu menghidupkan suasana kampung. Bendera Merah Putih yang terpasang di rumah-rumah warga menjadi latar, sementara musik dan sorak anak-anak mengiringi perjalanan rombongan.
Bagi anak-anak Blok Plasah, kemerdekaan hari itu terasa dekat. Bukan dalam bentuk upacara atau pidato panjang, melainkan melalui tawa, musik, warna-warni hiasan, dan kesempatan untuk menikmati hiburan bersama teman serta keluarga.
Sementara bagi orang dewasa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali merasakan hangatnya kebersamaan antarwarga.
Arak-arakan Singa Depok PUTRA PA’I MUDA dari Cipedang Dasir akhirnya menjadi salah satu warna dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Blok Plasah.
Ketika rombongan terus bergerak meninggalkan satu ruas jalan menuju ruas berikutnya, kerumunan perlahan kembali bubar. Anak-anak masih tampak mengikuti dari belakang, seolah belum ingin kehilangan suasana meriah yang hanya datang sesekali.
Di kampung itu, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana: berkumpul, tertawa, saling menyapa, dan memberi ruang bagi anak-anak untuk menikmati kegembiraan.
Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara dengan Ketua Panitia Roynaldi dan warga Popy










Komentar