Min.co.id | Indramayu – Matahari mulai condong ke barat ketika tepian kali di Blok Plasah, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, perlahan dipenuhi warga, Senin (17/8/2026) sore.
Bukan untuk mandi atau sekadar duduk menikmati aliran air, kali tersebut sore itu berubah menjadi arena perlombaan. Joran dan kail menjadi perlengkapan utama. Warga dari berbagai usia datang membawa alat pancing masing-masing untuk mengikuti lomba memancing lele massal dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sekitar pukul 15.00 WIB, suasana semakin ramai. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa mengambil posisi di sepanjang aliran kali. Mata mereka sesekali tertuju pada ujung kail, berharap ikan lele yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam kali oleh panitia, yang akrab disapa Gendut, segera menyambar umpan.
Tidak ada jarak usia dalam lomba itu. Anak-anak berdiri tak jauh dari orang dewasa. Para remaja ikut meramaikan suasana. Sementara peserta lainnya memilih duduk atau berdiri santai sambil berbincang menunggu kail bergerak.
Keseruannya justru muncul ketika salah satu pelampung tiba-tiba bergerak. Peserta langsung sigap menarik pancing. Jika seekor lele berhasil terangkat, sorak warga pun terdengar dari sekitar lokasi.
Namun, mendapatkan ikan ternyata bukan satu-satunya alasan warga datang.
Darma, salah seorang warga, mengatakan lomba tersebut menjadi hiburan sederhana yang membuat masyarakat bisa berkumpul dalam suasana kemerdekaan.
“Acara seperti ini membuat warga bisa berkumpul dan bersenang-senang bersama. Bukan hanya soal mendapatkan ikan, tetapi juga kebersamaan,” kata Darma.
Bagi peserta remaja seperti Dafigh, suasana ramai justru menjadi bagian paling menyenangkan. Ia mengaku senang dapat mengikuti perlombaan bersama warga di lingkungannya.
“Senang ikut memancing, suasananya ramai dan seru karena banyak warga yang ikut. Mudah-mudahan dapat ikan banyak,” ujar Dafigh.
Di antara peserta yang lebih dewasa, tampak pula Habib dan Faiz. Keduanya masih anak-anak, tetapi tidak ingin melewatkan kesempatan untuk ikut merasakan kemeriahan lomba.
Bagi mereka, memancing sore itu bukan sekadar menunggu ikan menyambar umpan. Ada teman-teman yang bisa diajak bermain, ada warga yang bisa diajak bercanda, dan ada suasana berbeda yang membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih dekat.
“Seru bisa ikut memancing bersama teman-teman,” kata Habib dan Faiz.
Lomba tersebut memperlihatkan satu pemandangan sederhana: warga dari berbagai usia berada di tempat yang sama dengan tujuan yang sama, menikmati kemeriahan perayaan kemerdekaan.
Sesekali terdengar teriakan kegembiraan ketika peserta berhasil mendapatkan ikan. Di sela-sela menunggu kail disambar, peserta juga saling berbincang dan bercanda.
Bagi sebagian warga, mungkin seekor lele yang berhasil dibawa pulang menjadi hasil yang menyenangkan. Tetapi bagi lingkungan Blok Plasah, ada hasil lain yang tidak bisa ditimbang dengan kilogram ikan: pertemuan warga dan rasa kebersamaan.
Lomba memancing lele massal itu menjadi salah satu cara warga Blok Plasah mengisi perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tanpa panggung besar dan kemeriahan yang berlebihan, sebuah aliran kali berubah menjadi ruang berkumpul yang menghadirkan tawa dari anak-anak hingga orang dewasa.
Ketika sore semakin berlalu, perlombaan pun menjadi bagian dari cerita warga pada perayaan kemerdekaan tahun ini.
Mungkin tidak semua peserta pulang membawa ikan. Tetapi hampir semuanya membawa cerita tentang bagaimana sebuah lomba sederhana bisa membuat warga berhenti sejenak dari rutinitas, duduk berdampingan, bercanda, dan menikmati kemerdekaan bersama.
Bagi warga Blok Plasah, itulah kemeriahan yang sesungguhnya bukan tentang siapa yang paling banyak mendapatkan lele, melainkan tentang siapa yang hadir dan ikut merasakan kegembiraan bersama.
Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara dengan peserta lomba memancing, Darma, Dafigh, Habib dan Faiz










Komentar